Just Once

Just Once.jpg

| Ficlet |

| Marcus, Jo |

| Songfic, Friendship, Love, Romance |

-=-

“Aku menyukaimu.”

Nyaris saja aku mati tersedak begitu kalimat tersebut keluar dari mulut Marcus. Aku menatap pria itu dengan mulut ternganga dan menuntut penjelasan sejelas mungkin darinya. “Apa maksudmu?”

“Kau tidak memerhatikanku, hah?”

Tunggu dulu. Sampai di mana percakapan ini tadi? Oh ya, benar. Marcus bilang ia ingin menyampaikan sesuatu pada gadis kelas sebelah yang disukainya. Itu artinya… ia akan menyatakan perasaannya pada gadis itu secepatnya.

“Aku… memerhatikanmu. Jadi kau akan menyatakan perasaanmu padanya?” ujarku cepat.

Marcus mengangguk antusias. “Iya tentu saja. Kalimat tadi adalah kalimat yang akan kukatakan padanya.”

Kalimat? Kalimat yang mana? Yang ‘Aku menyukaimu’ itu…

“Apa tak ada kalimat lain?” balasku malas-malasan. “Semua orang memakai kalimat itu untuk menyatakan perasaan. Kau harus melakukan hal yang berbeda.”

“Aku bingung. Aku tidak punya ide sama sekali. Kau punya ide?” tanyanya lagi.

Aku kini berdecak malas. Tentu saja aku punya banyak ide. Aku ini seorang penulis. Sudah ada seribu lebih kalimat pernyataan cinta yang telah kubuat dalam novelku. Hanya saja, khusus kali ini, aku malas mengutarakan ideku.

“Tidak ada.”

Marcus menatapku curiga. “Kau seorang penulis, Joanne. Tidak mungkin bila kau tak ada ide.”

Aku mencebik kesal perlahan. Ia memang sangat mengenalku. Buktinya, apa yang ada di pikiranku saja bisa ada di pikirannya juga. “Baiklah, Marcus Cho. Dengarkan dengan hati-hati karena aku tak akan mengulanginya.”

Dan saat itu, aku mengeluarkan semua kalimat yang ada di otakku.

Bolehkah aku mencintaimu? Cintaku ini seperti orang yang sangat ceroboh dan tak hati-hati. Karena terlalu buruk, aku harus meminta ijinmu lebih dulu untuk mencintaimu. Sekali ini saja, kumohon, dengarkan pengakuanku ini. Sekali ini saja, sekalipun kau tak mencintaiku, katakan bahwa kau mencintaiku. Setelah itu kau boleh melupakanku.

Aku mengatakannya sambil menatap mata Marcus. Dan dapat kulihat, pria itu terkesima dengan kata-kataku. Ia bahkan sulit mencerna kalimatku barusan. “Itu keren sekali, Joanne! Tak heran bahwa kau adalah seorang penulis ternama. Kata-katamu itu… hebat…”

Ia memeluk tubuhku tanpa ragu-ragu dan mengusap kepalaku perlahan. “Aku sangat menyayangimu. Terima kasih, Joanne. Jika aku diterima olehnya, aku akan mengajakmu makan malam. Doakan aku ya!”

Marcus berteriak dari jauh sembari melambaikan tangan padaku. Dapat kulihat senyum bahagianya mengembang hebat di wajahnya. Ia begitu antusias dengan gadis itu sampai melupakan aku yang hanya sanggup termenung di sini. Sendirian.

Jika aku boleh berdoa sekali ini saja, aku harap ia tak menerimamu, Marcus.

-=-

Do you know about my clumsy love?
As I see you turn away, I can’t say anything
So I will just place all my love inside my heart

Please love me just once
Can I crazily call out your name just once?
Because of my heart, I want to go closer to your side

In order to tell you, I want to go closer to your side
I love you, the person who I miss

-End-

<Inspired by Kyuhyun’s Just Once>

Advertisements

2 thoughts on “Just Once

  1. choalfi says:

    Jo pasti sakit banget ya. Dia tetep mengusahakan yg terbaik buat kyuhyun walaupun dia sendiri terluka haaaaaaak ㅠㅠ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s