Eternally Love

Eternally Love

| Drabble |

| Jo, Marcus |

| Life, Love, Tragedy, Angst |

-=-

Jo menatap Marcus yang tengah berlari kecil ke arahnya. Gadis itu telah menunggu sahabatnya hampir sejam, dan pria itu akhirnya datang. “Kau telat satu jam,” ujar Jo.

“Maafkan aku Jo. Tapi dengarkan aku karena ini penting. Aku takut aku tidak sempat mengatakannya. Kau harus tau bahwa aku menyukaimu sejak lama,” sahut Marcus terburu-buru dengan napas berlari. Tanpa jeda dan intonasi yang jelas.

“Apa maksudmu?”

“Aku menyukaimu. Ah, bukan, tepatnya aku mencintaimu selama ini, Jo. Aku mencintaimu. Untuk selamanya.”

Segera, Marcus meninggalkan gadis itu seorang diri dan menghilang di ujung jalan. Jo hanya bisa menatap heran punggung pria itu dan mendapati handphone-nya berbunyi.

“Halo, ibu?”

Jo, pulanglah sekarang. Jangan menunggu Marcus lagi. Marcus tak akan datang. Ia baru saja mengalami kecelakaan.

.

.

.

.

.

Dan ia meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

-End-

Advertisements

2 thoughts on “Eternally Love

  1. Mmmm aku pernah baca cerita yg alurnya kayak gini. Cuma dulu itu si cowok peluk + cium ceweknya sambil bilang I Love You HAHAHA. But overall, ini bagus kok :)))))))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s