She’s Gone

She's Gone

| Ficlet |

| Marcus, Jo |

| Angst, Life, Tragedy, Love, Romance |

-=-

Apa yang akan kau lakukan bila esok hari kau akan melupakan segala sesuatu yang terjadi hari ini?

-=-

Jo menatap bingung pada seorang laki-laki yang berdiri di ambang pintu ruang rawat inapnya. Laki-laki itu nampak lebih heran lagi menatap Jo yang ada di ruangan itu.

“Maaf, siapa yang kau cari?” tanya Jo mengungkapkan keherannya.

Laki-laki itu tergagap sejenak dan menjawab, “Sepertinya aku datang di waktu yang salah. Kupikir kekasihku masih dirawat di ruangan ini. Tetapi, sepertinya, ia sudah pergi.”

Jo merasa kasihan melihat ekspresi kecewa pria itu. Bahkan gadis itu yakin bahwa sang tamu telah bersusah payah menyiapkan rantang makanan yang dibawanya.

“Jangan kecewa. Kau bisa menghabiskan waktu denganku. Aku tak keberatan.”

Melihat perubahan ekspresi pria itu, Jo cepat-cepat meralat ucapannya sendiri. “Maksudku, kalau kau tak keberatan.”

“Tentu saja aku tak keberatan, Jo!”

“Jo? Bagaimana kau mengetahui namaku?”

“Aku… Suster yang membawaku ke sini memberitaukan namamu padaku.”

“Oh, begitu rupanya. Kalau aku boleh tau, siapa namamu?”

“Aku Marcus.”

“Baiklah, Marcus. Senang bertemu denganmu.”

Marcus membalasnya dengan senyum ceria. Tangan pria itu cekatan menyiapkan makanan dalam rantang yang ia bawa. Disodorkannya makanan itu pada Jo dan meminta gadis itu memakannya.

“Apa penyakit yang membuatmu harus berada di sini?”

Jo menelan makanannya dan menjawab dengan tawa kecil. “Aku lupa.”

“Lupa? Dan kau tertawa?”

“Belakangan ini, aku jadi sangat pelupa. Bahkan jika matahari tidak terbit tiap hari, mungkin aku juga akan melupakannya. Tapi kau tenang saja, aku akan mencoba agar tidak melupakanmu.”

“Perlukah kita berfoto bersama agar kau tetap mengingatku?” tanya Marcus sambil mengeluarkan kamera Polaroidnya dan mengajak Jo berfoto.

Jo mengangguk dan mendekati Marcus. Keduanya tertawa bersama melihat hasil foto mereka. Dengan penuh tawa, Jo menghabiskan hari itu bersama Marcus. Namun, tanpa mereka sadari, esok hari akan lebih menyakitkan dari hari ini.

Dan esoknya lagi, mungkin akan jauh lebih menyedihkan.

-=-

Jo menatap pintu kamarnya yang tertutup setelah pulangnya Marcus. Entah kenapa ia merasa begitu akrab dengan Marcus meski baru pertama kali bertemu. Sesekali ia tersenyum kecil karena melihat foto yang telah dibuatnya bersama Marcus.

Perlahan gadis itu mendekati laci meja kamarnya, hendak menyimpan foto itu. Tangannya membuka laci meja tersebut dan hampir menaruh fotonya tanpa melihat apapun. Tetapi tangannya membeku dengan cepat ketika ia menyadari satu hal. Laci itu dipenuhi foto-foto dirinya bersama Marcus.

Gadis itu menyadari bahwa ia telah melupakan sebuah memori penting antara dia dan Marcus.

-=-

Marcus keluar dari ruang rawat inap Jo dengan senyum yang memudar. Ia jatuh terduduk di salah satu kursi ruang tunggu dan menangis sejadinya.

Ia masih tak percaya bahwa Jo, kekasihnya sendiri, melupakannya pada akhirnya. Marcus tak bisa percaya bahwa alzheimer yang Jo derita telah merenggut kenangan gadis itu akan dirinya. Ia tak percaya bahwa keputusannya untuk berhubungan dengan Jo telah menghasilkan penderitaan dan kesedihan yang paling dalam saat ini.

Padahal, tujuh tahun lalu, Jo sudah mengingatkan Marcus tentang penyakit itu. Marcus sendiri yang percaya bahwa Jo tidak akan melupakannya. Dan kini segala sesuatunya sia-sia sudah. Marcus hanya tinggal menghitung waktu sampai ia kehilangan Jo untuk selama-lamanya.

Saat ini mereka berdiri di tempat yang sama, di dunia yang sama. Namun, salah satu dari mereka telah pergi.

-End-

Advertisements

10 thoughts on “She’s Gone

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s