[Alter Ego: Chelsea] Ultramarine

Ultramarine

| Ficlet |

| Chelsea |

| Fluff, Love, Romance |

-=-

Gadis berambut coklat pirang itu masuk ke kelas dengan wajah setengah mengantuk. Ia menutup mulut, menguap sekali, lalu duduk di kursinya yang sama sejak hari pertama masuk sekolah.

“Hai, Chelsea. Kenapa kemarin kau tak masuk?” sapa seorang pria yang berseragam sama dengan Chelsea. Pria itu menarik bangku di samping Chelsea, lalu duduk di sana dengan nyaman.

“Hai, Ketua Kelas. Aku sakit kemarin. Kepalaku pusing,” balas Chelsea asal-asalan karena masih mengantuk.

Nampak maklum, pria di sampingnya tak menyahut. Ia malah mengeluarkan segulung kertas besar warna biru laut dan menyodorkannya pada Chelsea. “Kemarin kelas kita telah melakukan pemungutan suara untuk warna sampul buku biologi. Aku mengusulkan biru laut, dan anak-anak setuju,” ujar pria itu sambil tersenyum. “Ini sampul untukmu,” lanjutnya lagi.

“Terima kasih, Ketua Kelas.”

“Berhenti memanggilku seperti itu. Terasa aneh, kau tau?”

Chelsea menerima gulungan kertas sampul itu dan menaruhnya di meja. Ia mengambil buku biologi dari tasnya dan hendak menyampulnya. Tiba-tiba saja, si Ketua Kelas menyodorkan gunting padanya. “Pakai ini untuk merapikan kertasmu.”

“Tidak perlu. Aku bisa menyobeknya langsung.”

“Hei, itu tidak rapi,” si Ketua Kelas menarik kertas biru laut Chelsea dan membantu mengguntingnya dengan telaten. “Ini, pakailah untuk menyampul buku biologimu.”

Tangan Chelsea bekerja menyampul bukunya. Tetapi, mata gadis itu dapat melihat si Ketua Kelas menggunting selotip menjadi bagian kecil-kecil. “Pakai selotip ini untuk merekatkannya.”

“Thanks, Ketua Kelas.”

“Hei,” tegur pria itu lagi. “Berhenti memanggilku Ketua Kelas.”

“Tapi kau memang ketua kelas,” balas Chelsea sambil tertawa. Dan mau tak mau, pria itu ikut tertawa.

“Apa kau tahu alasanku memilih warna biru laut?” tanya si Ketua Kelas tiba-tiba setelah tawanya usai.

Menutup tawa, Chelsea berpikir sejenak dan menyahut, “Entahlah.”

Si Ketua Kelas menunjuk sampul itu lantas berkata, “Kau pernah bilang padaku tentang warna kesukaanmu. Dan seingatku, kau suka biru laut.”

Jantung Chelsea tiba-tiba berdetak tak karuan. “Kau ingat itu?”

Dengan tawa ringan, si Ketua Kelas malah berkata, “Dalam Bahasa Inggris, warna ini disebut ultramarine, dari kata Latin yakni ultramarinus. Apa kau tahu artinya?”

Chelsea menggeleng dengan wajah bingung. “Aku tidak tahu.”

Beyond the sea.”

“Sungguh? Apa kau serius?”

“Ya, aku serius. Dan, hei,” si Ketua Kelas menunjuk mata Chelsea dengan jarinya, “sepertinya warna matamu itu biru laut. Aku menyukai itu.”

“Kau menyukai mataku?” ulang Chelsea gugup.

Mengangguk, pria itu mengakhirinya dengan sebuah pengakuan.

.

.

.

.

.

.

“Dan aku menyukaimu, Chelsea.”

-End-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s