[Alter Ego: Vina] Discreet

Discreet

| Ficlet |

| Vina |

| Love, Romance |

-=-

Vina menatap lurus ke lapangan sepak bola. Kemeja putih tanpa lengannya sedikit teringsut ketika Vina menghentak kakinya ke lantai, membuat beberapa orang menoleh padanya heran.

Pertandingan sepak bola tengah berlangsung sengit. Skor masih sama, masing-masing kubu telah mencetak satu gol. Pria-pria ber-jersey putih gencar menyerang, dan salah satu dari mereka –yang nampak paling menonjol dalam tim itu –mencetak gol di menit akhir. Vina ikut bersorak senang ketika tim unggulannya menang dengan gol kedua.

Tanpa ada yang menyadari, Vina menatap si pencetak gol dalam-dalam. Rasa suka begitu keras di kepalanya, membuatnya mau melakukan apapun demi bertemu sang idola.

Dan jika menyusup ke hotel tempat para pemain tim itu menginap adalah hal yang legal, Vina pasti tak akan melanggar hukum.

-=-

“Siapa kau?” pria berjaket itu nampak terkejut mendapati Vina ada di koridor dekat kamar hotelnya.

Vina tersenyum manis, masih dengan kemeja putih tak berlengannya tadi siang. “Aku Vina.”

“Tak ada yang boleh naik ke lantai ini kecuali pemain tim kami dan kru kami yang menginap di lantai ini. Aku akan memanggil petugas-”

“Aku penggemarmu,” Vina mengangkat tangannya dan memperlihatkan tattoo hitam bertuliskan 26-15-12-1. Tanpa perlu bertanya, pria itu tahu bahwa angka-angka tersebut mewakili abjad yang membentuk namanya.

“Apa yang kau lakukan di sini?”

“Aku ingin melihatmu langsung. Aku bahkan rela melakukan apapun bila aku bisa melihatmu. Aku ingin,” Vina ragu sejenak sambil menatap pintu kamar pria itu, “melihat kamarmu jika boleh,” ujarnya pelan.

Menghela napas, pria itu berkata, “Baiklah. Hanya kali ini. Setelahnya tak ada apapun lagi yang boleh kau lakukan di sini.”

Vina setuju, dan matanya mengikuti tangan pria itu yang menyentuh pintu. Sekilas, gadis itu melihat tattoo huruf Z yang dimodifikasi di punggung tangan idolanya.

“Tattoo di tanganmu keren,” komentar Vina setelah masuk ke kamar hotel.

Pria itu menjawab, “Kau belum melihat keseluruhan tattoo di tubuhku.”

“Apa kau menawarkannya untukku?”

“Hanya bercerita. Sudah selesai? Kau bisa keluar.”

Buru-buru Vina memotong. “Perlihatkan padaku. Setelah itu, aku keluar.”

Mengalah, tangan dengan tattoo Z itu melepas jaketnya dan kaosnya. Jantung Vina berdetak tak karuan menunggu pemandangan indah di hadapannya. Dan Vina benar-benar tak bisa menahan kekagumannya pada diri pria itu.

“Keren,” bisik Vina lemah.

“Kau ingin menyentuhnya?”

“Boleh?”

“Terakhir dan tak akan ada kesempatan lagi.”

Vina pikir itu mimpi ketika ia melarikan jemarinya ke dada bidang sang idola, menyetuh satu per satu tattoo di sana hingga tersadar bahwa tangan sang idola telah melepaskan sentuhannya.

“Sudah cukup, Vina. Lain kali kau tak bisa datang ke tempatku. Paham?”

Dan akhirnya Vina mengerti bahwa ada sesuatu yang menghalangi dirinya dan sang idola untuk bersama. Ia mungkin mencintai pria itu sepenuh hatinya. Tetapi pria itu tidak mencintainya balik dan hanya menganggapnya tak lebih dari penggemar labil yang belum dewasa. Jatuh cinta padanya mungkin sesuatu yang tak bijak.

.

.

.

.

.

.

Tapi orang tak bisa bijak dan jatuh cinta dalam waktu bersamaan, bukan? Jadi, itu bukan salah Vina untuk jatuh cinta pada pria berinisial Z itu.

-End-

 

 

Advertisements

2 thoughts on “[Alter Ego: Vina] Discreet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s