[Alter Ego: Rachel] Winged

Winged

| Ficlet |

| Rachel |

| Love, Romance |

-=-

Rachel menatap lukisan di hadapannya dan nyaris menyentuhnya bila tak mengingat adanya larangan di Musée d’Orsay –museum di Paris, Prancis –itu.

La Naissance de Vénus,” ujar pria di samping Rachel tiba-tiba. “Karya William-Adolphe Bouguereau,” lanjutnya dengan aksen Prancis sempurna.

Rachel menoleh dan melihat pria itu. “Kau orang Indonesia?”

“Tentu. Dan bisa dipastikan kau juga orang Indonesia.”

Tertawa, Rachel mengulurkan tangan sambil menyebutkan nama. Pria itu mengatakan namanya balik dan menjabat tangan Rachel. “Senang bertemu denganmu, Rachel.”

“Aksen Prancis-mu bagus sekali,” puji Rachel.

“Ibuku orang Prancis. Ia pernah mengajakku ke sini beberapa tahun lalu. Dan ini salah satu lukisan yang disukainya.”

“Aku tak mengerti maksud lukisan ini. Hanya saja, ini bagus,” aku Rachel jujur.

Pria itu menunjuk lukisan tersebut dan mulai menjelaskan. “Lukisan ini berkisah tentang kelahiran Afrodit, dewi cinta dan kecantikan mitologi Yunani. Afrodit dilahirkan dalam keadaan dewasa, seperti yang terdapat pada lukisan ini.”

Tak percaya, Rachel berdecak beberapa kali. “Ketika lahir pun ia sudah cantik. Aku tak heran bila ia menjadi dewi kecantikan.”

“Tapi sayang, ia tak setia.”

“Sungguh?”

“Ya, sungguh. Menurut kisah, suaminya bahkan memasang jebakan untuk menangkap pria yang disembunyikan oleh Afrodit.”

“Tapi dia terlihat seperti malaikat. Tak heran bila banyak yang menyukainya dan memujanya. Aku yakin kau juga menyukainya meski mengatakan bahwa ia tak setia.”

Anehnya, pria itu tertawa mendengar jawaban Rachel. “Menurutku, kecantikan seseorang tidak menjadi tolok ukur bahwa ia adalah malaikat. Afrodit beruntung karena ia cantik. Sesungguhnya, jika ia ada di masa kini, ia mungkin akan menyembunyikan identitasnya karena ia lahir dari buih.”

Rachel terhenyak. “Lahir dari buih?”

“Sesuai asal namanya, aphros, yang berarti buih.”

“Sepertinya kau tahu banyak hal tentang mitologi,” ujar Rachel kagum.

“Aku mempelajarinya sejak kecil. Saat kecil, aku selalu menganggap ia adalah wujud tercantik dalam mitologi tersebut. Namun, setelah aku beranjak dewasa, aku mulai mengalami banyak hal yang membuatku sadar akan beberapa hal.”

Selama beberapa detik, Rachel tak bisa meraba apapun dari percakapan ini. Hingga akhirnya pria itu melanjutkan monolognya. “Kecantikan seseorang tak dinilai dari wujudnya saja. Malaikat tetap cantik tanpa harus memiliki sayap di punggungnya. Karena menurutku, sifat baik dan penuh kesetiaan bisa membuat seseorang lebih dekat dengan sosok malaikat daripada memiliki sayap di punggungnya.”

“Kau ingin bilang bahwa keindahan seseorang tak dinilai dari fisiknya saja. Tetapi juga hatinya. Itu maksudmu?”

“Tepat,” ujar pria itu senang. “Ketika seseorang memiliki hati yang baik, kecantikannya akan melebihi dewi sekalipun. Apa kau setuju?”

“Aku setuju. Tetapi kau berbicara seolah baru saja mengalaminya secara nyata.”

Terdiam sejenak, pria itu lantas berkata miris, “Kau benar. Kekasihku yang cantik seperti dewi meninggalkanku tanpa alasan. Satu-satunya jawaban dari cintaku padanya selama ini adalah dia yang tak setia. Padahal, dia adalah alasan aku tersenyum selama ini.”

Tanpa sadar, Rachel menepuk bahu pria itu pelan. “Biarkan saja. Ia hanya memiliki fisik yang baik, tetapi seseorang tak dinilai dari luarnya saja. Kau sendiri mengatakan itu.”

“Ya, kau benar.”

“Kalau begitu, tak ada alasan lagi bagimu untuk mengingatnya. Lepaskan dia, dan tangkaplah kebahagiaanmu dengan orang lain. Carilah alasan lain untuk tersenyum.”

.

.

.

.

.

.

Tak diduga, pria itu tersenyum cerah pada Rachel. “Dan sepertinya, aku memiliki alasan baru untuk tersenyum.”

-End-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s