[Alter Ego: Vienna] The Star

The Star

| Ficlet |

| Vienna |

| Love, Fluff, Romance |

-=-

Vienna memasang bentuk bintang di puncak pohon natalnya dan tersenyum begitu seluruh pohon natal tersebut selesai dihias. Tetapi, tak sampai beberapa menit, senyumnya luntur begitu saja. Matanya meredup, seperti kehilangan semangat yang telah dinantikannya selama beberapa hari terakhir menanti pohon natalnya selesai. Hati-hati, ia berjinjit, mengambil kembali bentuk bintang itu dari puncak pohon natalnya dan meninggalkannya di lantai.

Suara getar halus handphone di sakunya membuat Vienna teralihkan. Ia membuka pesan singkat yang baru mendarat di sana dengan hati-hati.

Apa kau masih marah? Apa kau tidak bisa memaafkan aku? Berikan aku kesempatan untuk berubah, maka aku akan berubah.

Vienna mengabaikannya, hendak mematikan handphone. Tapi pesan singkat kembali masuk.

Aku di luar. Tolong buka pintu.

Panik, Vienna buru-buru membereskan sisa-sisa hiasan pohon natal yang tak ia pakai. Gadis itu merapikan baju yang ia gunakan, lalu berdeham beberapa kali sebelum membuka pintu pada akhirnya.

“Hai, Vienna. Aku mengira kau tak akan membuka pintu untukku.”

Suara itu begitu pelan, namun menyakitkan ketika masuk ke telinga Vienna. “Seharusnya memang begitu,” Vienna menyahut malas.

Tak menunggu persetujuan, pria di depan pintu masuk ke dalam rumah Vienna. Ia menatap pohon natal di ruang tamu, lalu tersenyum. “Dua minggu menjelang Natal. Apa tidak terlalu cepat?”

“Bukan urusanmu. Hanya katakan apa yang perlu kau katakan. Sisanya, tinggalkan untuk nanti bila kita bertemu lagi.”

“Apa kau masih marah? Tidak bisakah kau memaafkanku?”

“Kau egois, kau hanya peduli pada dirimu, kau tidak pernah mempedulikan aku. Apa aku harus peduli padamu sekarang?!”

Wajah pria itu berubah sedih, disertai senyuman miris di wajahnya. “Aku menyesal jika kemarin atau sebelumnya, atau kapanpun sebelumnya, aku pernah seperti itu. Aku salah, dan aku tidak pernah dengan sengaja mau bertingkah seperti itu padamu. Aku minta maaf.”

“Kau tahu cara meminta maaf? Itu aneh,” balas Vienna sinis.

Sembari mengusap pelipisnya, pria itu menjawab dengan satu pertanyaan. “Kenapa kau tidak memasang bintang itu di atas pohon natalmu?” tanyanya sembari menunjuk bintang yang tergeletak. “Apa karena tahun-tahun sebelumnya, aku yang memasang bintang itu?”

Separuh dari diri Vienna sudah membenarkan. Ia tapi terlalu egois untuk berkata, dan kini ia menyerupai pria itu di masa lalu. “Aku belum sempat melakukannya,” dustanya.

Pria itu menunduk, mengambil bintang di lantai, lalu memasangnya di puncak pohon natal. “Ini jauh lebih baik. Pohon natal tidak lengkap tanpa bintang di puncaknya.”

Vienna hampir-hampir kehilangan akal sehatnya saat melihat pria itu tersenyum begitu manis, seolah melunturkan semua rasa kesal dan amarah di kepalanya. “Apa yang terjadi padamu?” Vienna berkata gusar.

“Aku hanya,” pria itu berpikir sejenak, lalu melanjutkan, “berubah menjadi lebih baik untukmu. Apa itu salah? Kau membuatku merasa kehilangan. Kau membuatku seperti pohon natal tanpa bintangnya saat kau jauh dariku. Dan itu membuatku menderita. Aku membutuhkanmu.”

Dan Vienna kehilangan semua batasan dalam dirinya saat akhirnya pria itu berkata-kata demikian. Pria itu bukan lagi orang egois yang hanya mementingkan diri sendiri ataupun yang tak tahu berkata maaf. Pria itu jauh lebih baik, dan itu semua demi Vienna.

Pria itu menarik Vienna dalam peluk hangatnya. “Tetaplah menjadi bintang dalam hidupku, yang memberikan cahaya dalam gelap. Dan aku berjanji akan selalu menjadi yang terbaik untukmu, Vienna. Apa kau bisa menerimaku kembali?”

Vienna mengangguk sambil tersenyum kecil, mendapati dirinya merasa bahagia.

“Sepertinya langit malam akan gelap hari ini,” ujar pria itu tiba-tiba.

“Kenapa?”

.

.

.

.

.

.

“Karena aku sudah mengambil bintang yang paling terang untuk diriku sendiri. Sepertinya aku egois jika menyangkut dirimu, Vienna.”

-End-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s