[Alter Ego: Jenny] Dangerous

Dangerous

| Ficlet |

| Jenny |

| Love, Fluff, Romance |

-=-

Jenny tahu, ia seharusnya tidak di sini –tempat orang frustasi dengan musik keras, cahaya redup, dan bau alkohol –sesuai perintah ayahnya. Tetapi, undangan ulang tahun Cecile, sahabatnya, membuatnya harus melanggar janji.

“Jen! Aku pikir ayahmu melarangmu datang!” Cecile menjerit, mengalahkan suara musik.

Menggeleng, Jenny balas berkata. “Ayah di luar kota. Ia tidak tahu.”

“Baguslah! Nikmati pestanya, Jen!”

Jenny tersenyum seadanya ketika Cecile meninggalkannya, lalu mendekat ke bar dan memesan minuman. “Tolong minuman yang tidak mengandung alkohol.”

Segelas lemon tea disajikan di depan Jenny, membuat gadis itu mengambilnya dan menegaknya. Seorang pria yang sejak tadi berdiri dekat Jenny menatap gadis itu heran.

“Sepertinya itu lemon tea yang kupesan.”

Jenny tersedak. “Sungguh? Astaga, aku tidak tahu. Maafkan aku.”

“Tidak masalah. Itu bukan untukku. Temanku menginginkannya. Tidak mengandung alkohol bukan gayaku.”

Ayahku bilang, tukang minum itu berbahaya.

Jenny meringis, merasa tak nyaman. Tapi pria itu mengatakan tidak apa-apa.

“Apa kau teman Cecile? Aku tidak pernah melihatmu di sini sebelumnya,” ujar pria itu.

“Ya, aku temannya. Dan ini pertama kalinya aku ke sini.”

“Siapa namamu?”

“Aku Jenny.”

Pria itu balas mengucapkan namanya. “Aku sepupunya Cecile. Sebenarnya aku terkejut karena ada teman Cecile yang memakai dress selutut. Biasanya teman Cecile memiliki selera pakaian yang terbuka.”

Ayahku akan marah bila aku memakai pakaian seperti itu.

Jenny menilai pria itu dari samping ketika mendapat kesempatan. Ada antingan hitam menempel di telinga pria itu, berkilau terkena lampu redup.

Ayahku paling benci pria dengan antingan.

Jenny dapat menghirup bau rokok dari tubuh pria itu. Ditambah pemantik api yang ada di saku jaket, Jenny yakin pria itu perokok.

Dan ayahku benci pria perokok.

“Apa kau menilaiku sejak tadi?” pria itu tiba-tiba menoleh pada Jenny.

Salah tingkah, Jenny menggeleng. “Tidak.”

“Aku tahu apa yang ada di pikiranmu. Aku tipe pria yang harus dijauhi oleh gadis baik-baik semacamu, bukan? Kau adalah permata bagi ayahmu, dan aku adalah seorang pencuri berbahaya yang siap mencuri hatimu.”

“Bukan begitu. Hanya saja, ayahku menyarankan untuk menghindari pria semacammu.” Jenny berdiri dan lanjut berkata, “Aku pulang dulu.”

Pria itu tertawa. “Jangan pulang dulu, Jenny. Ada DJ terkenal malam ini,” ujarnya sambil menarik lengan Jenny dan mau tak mau, gadis itu terseret ke dance floor. “Kau takut pada ayahmu?”

Jenny mengangguk. “Tentu,” jawabnya agak keras karena melawan suara musik.

“Mencoba hal baru tidak salah. Lagipula, ayahmu tidak tahu.” Tangan pria itu mencari sesuatu di sakunya, lalu mengeluarkan gelang. Ia memakaikan gelang itu di tangan Jenny. “Ini cocok di tanganmu.”

Dan entah bagaimana, Jenny mendapati dirinya menatap pria itu dengan terkesima. Sorot mata pria itu begitu berbahaya, namun menarik. Jenny tak bisa lepas dari sana, dan ia tenggelam begitu saja.

-=-

“Kau benar-benar berbeda,” ujar pria itu begitu tengah malam, dan ia mengantar Jenny pulang ke rumah dengan berjalan kaki. “Kau satu-satunya wanita yang menahan diri dengan baik.”

“Aku hanya memakai logikaku.”

“Aku senang mengenalmu. Kau tidak menggebu-gebu, penuh pemikiran, dan membuatku penasaran.”

Ayahku benci laki-laki bermulut manis.

“Itu rumahku,” potong Jenny. “Yang bercat coklat.”

“Kalau begitu, sampai jumpa lain kali.”

Tanpa aba-aba, pria itu mendaratkan ciuman manis di pipi Jenny, membuat Jenny shock.

“Apa yang kau lakukan?!”

“Hanya mengucapkan sampai jumpa dengan caraku.”

Dan pria itu meninggalkan Jenny di depan rumahnya, melongo tak berdaya, serta masih belum sepenuhnya sadar dengan apa yang ia alami.

Gadis itu menyentuh pipinya tanpa sadar dan menggigit bibirnya, merasa berdosa bila menyukai sisi buruk sepupu Cecile itu.

.

.

.

.

.

.

Jenny tahu pria itu akan menjadi masalah karena ia berbahaya, tapi ia tak bisa menahan dirinya. Ia hanya gadis baik-baik yang menjadi buruk karena seorang pria.

-End-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s