[Alter Ego: Sheryl] Tragödie

Tragödie

| Ficlet |

| Sheryl |

| Love, Angst |

-=-

Sheryl menatap sahabatnya dengan alis ditekuk. Pria di hadapannya itu menyodorkan amplop kepada Sheryl, meminta gadis itu memegangnya.

“Tolong sampaikan ini padanya, Sheryl. Aku terlalu takut untuk melakukannya. Aku takut ia menolakku dan aku tak bisa menahan diri.”

Lalu Sheryl membuang napas berat. Tangannya meraih surat itu dan berkata, “Beruntunglah karena kau sahabatku sejak kecil. Jika tidak, aku pasti tak mau menyampaikan surat ini pada orang yang kau suka.”

“Kau cukup akrab dengannya, Sheryl. Jadi aku mohon bantuanmu.”

“Oke. Tapi, jika ia menolakmu, itu bukan urusanku. Kau tahu sendiri, kadangkala cinta bisa menjadi tragedi.”

-=-

Sheryl memegang erat surat yang ditulis sahabatnya, lalu menjejalkannya ke dalam tas. Ia masuk ke café di depannya, dan mencari-cari gadis yang disukai oleh sahabatnya itu.

“Sheryl, di sini!”

Buru-buru Sheryl mendekati tempat duduk gadis itu. “Hai, apa kau sudah memesan?”

“Belum. Aku menunggumu.”

“Aku tak memesan,” jawab Sheryl sembari bersandar pada sofa. “Ada sesuatu yang ingin kukatakan tentang sahabatku. Kau pasti tahu orang yang aku maksudkan.”

Gadis di depan Sheryl mengangguk. “Ya, sahabatmu sejak kecil itu. Apa ada kabar darinya?”

Wajah Sheryl berubah sedikit, disertai senyum agak terpaksa di sana. “Apa kau menyukainya?”

“Mungkin.”

“Dia pria yang baik. Kau tahu itu, kan?”

“Ya.”

“Dia juga tak suka menyakiti orang lain.”

“Ya. Aku tahu. Apa ada sesuatu, Sheryl?”

Sheryl menguatkan hatinya, lalu berkata hati-hati. Ia takut, ada satu di antara orang-orang yang ia kenal akan terluka. Atau lebih buruk lagi, ia sendiri yang terluka. Dan itu bisa disebut tragedi.

-=-

Wajah Sheryl sedikit ragu. Ia memegang handphone dan menghubungi sahabatnya begitu ia keluar dari café.

“Hei, aku sudah bertemu targetmu.”

Sungguh?! Lalu…

“Maaf, tapi… dia bilang… dia… dia…”

Sheryl?!

“Dia bilang dia tak bisa bersamamu. Ada orang lain di hatinya. Maafkan aku. Aku tidak tahu…”

Dia bilang begitu?

“Iya…” bisik Sheryl pelan. “Maafkan aku, aku tak bisa membantu.”

Tidak apa, Sheryl.

“Maafkan aku. Sungguh aku-”

Sheryl, aku tidak apa-apa. Tenanglah.

Sembari mendengar suara sahabatnya, ingatan Sheryl melayang ke percakapan antara dirinya dan gadis yang disukai sahabatnya.

-=-

“Dia ingin aku mengatakan sesuatu padamu,” ujar Sheryl pada gadis di depannya saat ia berada di café tadi.

“Yaitu?”

.

.

.

.

.

.

“Jangan temui ia lagi, jangan berharap apapun. Ia hanya menganggapmu teman.”

Sheryl keluar dari café dan membuang surat dalam tasnya. Tangannya mengeluarkan handphone untuk menghubungi sahabatnya.

Dan sepertinya cinta memang kadang berupa tragedi, terutama ketika kita mencintai seseorang yang tidak mencintai kita.

-End-

Advertisements

3 thoughts on “[Alter Ego: Sheryl] Tragödie

  1. queencyblooms says:

    ternyata Sherylnya berbohong sama mereka berdua;; duh cinta kadang memang tragedi yang kejam ya padahal itu temen dia sendiri><

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s