Tragic

Tragic

| Ficlet |

| Kyuhyun Super Junior, Hyunrae |

| Love, Sad, Angst |

-=-

Aku dan Hyunrae telah duduk beberapa menit dalam diam di salah satu bangku taman yang kosong. Hingga akhirnya, aku berinisiatif membuka suara.

“Jadi, apa alasanmu memintaku untuk menemuimu?” tanyaku heran karena kali ini ia tak seperti biasa.

Menggeleng lemah, Hyunrae menjawab, “Apa kau keberatan, Kyu?”

“Tidak,” jawabku buru-buru. “Tentu tidak. Aku, sebagai sahabatmu, akan selalu ada untukmu di saat kau butuh diriku.”

Ia memberikan tatapan setengah meremehkan padaku. “Apa kau yakin, Kyu?”

Mataku menangkap cahaya matanya yang meredup. Bibirnya pucat, dan kulitnya pun demikian. “Kau terlihat sakit. Apa kau tidak sehat?” aku akhirnya berkata-kata.

Lagi-lagi ia menggeleng. “Aku sehat. Tetapi hatiku sakit,” ujarnya sembari menunjuk dadanya sendiri. Dapat terlihat pembuluh darahnya kebiruan, tampak di tangannya yang putih pucat itu.

“Kau memang terlihat sakit,” bantahku sambil mencoba meraih tangannya. Tetapi Hyunrae menepis tanganku cepat. Dan saat itu, tangan kami sedikit bersentuhan, hingga terasa kulitnya dingin di telapakku.

“Aku hanya butuh waktu untuk bicara denganmu. Tetapi kau tak peduli padaku. Kau bilang, kita adalah sahabat. Tetapi, sejak kau punya pacar, kau tak punya waktu untukku. Yang kau pedulikan hanya gadis itu, yang baru menemanimu sebulan akhir ini.”

Aku diam saja, tak membantah dirinya.

“Aku menemanimu sejak lama, sejak kita kanak-kanak. Seharusnya kau memikirkan aku lebih dulu, Cho Kyuhyun.”

Hyunrae menyelesaikan ucapannya dengan keras, lalu berdiri dan hendak meninggalkanku. Aku buru-buru mencegahnya.

“Baik, maafkan aku bila aku membuatmu kecewa. Aku berjanji, aku akan lebih peduli padamu.”

“Sudah terlambat,” desisnya pelan. “Kau terlambat, Kyuhyun.”

Dan tanpa kata lagi, ia meninggalkanku sendirian di taman itu. Aku hanya terpaku, menatap kepergiannya dengan heran. Hingga akhirnya, ponselku berdering, dengan panggilan masuk dari ibuku.

“Ya, ibu?”

Di mana kau?” tanya ibu.

“Aku baru saja bertemu dengan Hyunrae. Gadis itu bilang, ia ingin membicarakan sesuatu.”

Ibuku langsung memotong. “Apa kau bertemu Hyunrae? Jangan konyol, anakku.

Nada bicara ibu tak beres, seperti orang setengah menangis.

“Ibu? Apa maksudnya itu?” tanyaku takut setengah mati.

“Ibu baru saja mendapat kabar. Hyunrae meninggal dunia tadi pagi karena kecelakaan mobil. Dan ibu bahkan baru mengetahuinya sekarang.”

Terkejut dan panik, aku memalingkan kepala menuju jejak langkah Hyunrae. Tanganku bergetar hebat begitu mendapati ia masih ada di sana, hanya beberapa meter di depanku. Gadis itu memutar kepala, menatapku sedih.

Bibirnya bergetar, mengucapkan beberapa kata.

.

.

.

.

.

.

“Sudah aku katakan, kau terlambat, Cho Kyuhyun.”

Mataku membesar, bersamaan dengan jatuhnya air mata pertama dari sana.

“Tragis, bukan?” bibirnya berucap pelan, menerbangkan sederet kalimat itu ke telingaku.

-End-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s