[Alter Ego II: Evita] Moment of Farewell

Moment of Farewell

| Oneshot |

| Evita |

| Songfic, Angst, Love, Romance |

-=-

I let out a big breath

I couldn’t really hear what you just said

All of our moments, all of the scenes have gotten blurry again

-=-

Pria itu menatap Evita tak mengerti. Ia mengedipkan matanya beberapa kali dan meminta Evita mengulangi kata-katanya.

“Aku ingin berpisah, Pak. Berpisah dari Bapak,” ujar gadis itu yakin.

“Aku dengar. Dan berhenti memanggilku Bapak. Aku benci itu. Kau sudah pernah mengatakan hal ini sebelumnya. Kau sudah pernah berkata bahwa kau ingin berpisah dariku.”

“Tapi kali ini aku serius, Pak. Aku tidak bisa bersama Bapak lagi.”

“Kalau alasanmu masuk akal, aku akan melepaskanmu, Evita.”

-=-

I remember when you said

You didn’t hate me enough to break up

But you didn’t care enough to love me

You already brought your cold words one by one

And I have nothing really to say

-=-

“Bapak dan aku bukan pasangan yang cocok. Atau setidaknya aku pikir, dulu kita pernah cocok satu sama lain. Sekarang sudah tidak lagi, Pak. Kita berada di dunia yang berbeda dan kehilangan waktu kita untuk bersama.”

“Aku sudah berusaha. Pekerjaan kita memang banyak, tapi kita bisa menyisihkan waktu luang untuk bersama.”

Evita menggeleng sedih. “Tak ada waktu lagi, Pak. Rumah sakit menetapkan aturan baru yang membuatku jarang pulang dan harus tinggal di asrama.”

“Tidak apa-apa. Berapa lama kau akan tinggal di sana? Setahun? Dua tahun? Aku akan menunggu kau kembali. Jadi itu bukan alasan.”

Evita menatap bawah, merasa harus memberikan alasan lagi.

“Aku kehilangan keinginan untuk bersama Bapak,” tegasnya akhirnya.

“Apa?”

“Aku bilang, aku kehilangan keinginan untuk bersama Bapak.”

Pria itu terduduk diam di sofa, menatap Evita yang berdiri di depannya seolah gadis itu enggan duduk bersamanya.

“Kenapa?”

“Sebenarnya aku tidak cukup membenci Bapak sampai aku berpikir untuk berpisah dengan Bapak. Sungguh, Pak. Dari hatiku yang terdalam, aku masih ingin bersama Bapak. Tapi, kita kehilangan waktu untuk bersama. Kita kehilangan momen-momen penting kita satu sama lain. Aku tak memiliki cukup rasa lagi untuk bersama Bapak.”

“Hanya karena itu, Evita? Aku bahkan menolak tawaran untuk bekerja di Kanada demi dirimu. Dan kau masih bilang begitu?”

“Karena itu, Pak. Berhenti menjadikanku alasan untuk pergi. Bapak sekarang bisa ke Kanada. Bapak bisa ambil tawaran itu.”

“Tidak akan.”

-=-

Did it have to be today? Did it have to be here?

I’m not even ready for this

For you, who didn’t hate me enough to break up

But didn’t care enough to love me

-=-

“Apa Bapak pikir, aku tak mempertimbangkan semuanya lebih dulu?”

“Kenapa kau harus mengatakannya sekarang, saat aku sudah mengira kau tak akan pergi meninggalkanku sendiri?”

“Karena, bila aku menunggu lebih lama, aku takut Bapak benar-benar akan lebih menderita.”

Pria itu tertawa miris, nyaris seperti menghina dirinya sendiri.

“Apa kau berada dalam posisi khawatir padaku? Seharusnya kau tak perlu khawatir. Aku tidak pernah siap bila kau mengatakan kata berpisah. Tidak akan pernah. Jadi, baik hari ini maupun esok, aku pasti terluka.”

“Maaf,” desis gadis itu pelan. “Maafkan aku,” dan Evita menyebut nama pria itu akhirnya, tanpa panggilan Bapak yang biasa ia berikan.

-=-

In your smoothly flowing words, even the erased memories are being written again, as it becomes smaller

Maybe I feel sorry, maybe I want to run away right now

I’m just filled with resentment during the moment of farewell

-=-

Evita pergi dari ruangan itu, menyisakan sebuah kenangan paling sedih di relung hati pria itu. Mungkin seharusnya pria itu juga minta maaf. Evita boleh protes, tentu saja. Mungkin pria itu merasa cukup memberikan waktunya untuk gadisnya. Tapi bagi Evita, mungkin saja waktu itu tidak cukup. Mereka selalu disibukkan oleh pekerjaan. Dan selalu alasan itulah yang membuat keduanya tak pernah atau setidaknya jarang bersua.

Mereka harusnya sering date di tempat romantis. Tapi rumah sakit membuat Evita tertahan.

Mereka semestinya sering menonton film romantis di bioskop. Tapi pria itu punya pekerjaan menumpuk karena posisinya di perusahaan.

Mereka harusnya lebih sering memasang foto berdua di akun-akun sosial. Tapi foto mereka hanya beberapa karena mereka jarang bertemu.

Mereka semestinya, harusnya, semestinya, dan seterusnya…

Kata-kata itu berulang-ulang di kepala pria itu sampai kebencian pada dirinya sendiri tiba.

-=-

I’m holding onto you, I’m trying

But the thoughts in my head are scattering in this moment

In case I say something wrong

-=-

Di waktu bersamaan, Evita berjalan di trotoar sembari berpikir tentang keputusannya. Di satu sisi, mereka memang jarang berjumpa satu sama lain. Tetapi gadis itu tahu bahwa pria yang bersamanya sudah berkorban terlalu banyak. Pria itu menolak sebuah pekerjaan fantastis di Kanada demi dirinya. Jadi satu-satunya cara agar pria itu berhenti berkorban adalah memutuskan hubungan secara sepihak tanpa penjelasan yang benar.

Harusnya ia berkata dengan jelas bahwa ia tak ingin pria itu berkorban lagi.

Semestinya ia menjelaskan dengan benar alasan yang mengganggunya selama ini.

Harusnya ia tak membuat alasan palsu hanya untuk menyenangkan pikirannya sesaat.

Ia semestinya, harusnya, semestinya, dan seterusnya…

Kata-kata itu berulang-ulang di kepala gadis itu sampai kebencian pada dirinya sendiri tiba.

-=-

Because of my wrongdoings that gave you scar

We each have different memories

Maybe I feel sorry, maybe I want to run away right now

I’m just filled with resentment during the moment of farewell

-=-

Dan mereka terjebak dalam sebuah luka yang berbeda serta kebencian atas terjadinya perpisahan. Pria itu terluka, mengira ia tak cukup berkorban demi gadisnya. Dan gadis itu terluka karena mengira ia adalah beban dari kehidupan prianya.

-End-

<Inspired by Kyuhyun’s Moment of Farewell>

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s