Heart of Orloj

Heart of Orloj.jpg

| Time flees, love stays |

| Oneshot | Kyuhyun, Jozka, Hyunrae | Fantasy, Travel, Love |

-=-

Matahari terik Praha menyambut kedatangan Kyuhyun di sana. Pria itu meninggalkan barang-barangnya di hotel dan tak membuang waktunya untuk mengunjungi alun-alun Praha. Tempat itu, seperti biasa, dipenuhi banyak turis yang berdatangan. Tapi Kyuhyun bukan turis biasa karena ia tak membawa kamera di tangannya. Justru ia membawa catatan-catatannya dan buku-buku sejarah yang memenuhi tas ranselnya.

“Praha awalnya sebuah kerajaan,” pikir Kyuhyun sambil menatap sekeliling alun-alun Praha. “Tetapi, pangeran terakhir kerajaan itu malah menghilang bersamaan dengan runtuhnya kerajaan tersebut,” Kyuhyun berkata sendiri sambil mengeluarkan catatannya. “Apa alasan Jozka meninggalkan istananya dan membiarkan Kerajaan Praha kehilangan penerusnya. Jika aku tak menemukan jawaban ini, aku tak akan bisa menyelesaikan penelitianku,” imbuhnya lagi pada dirinya sendiri.

Rombongan turis dari Asia melintas di depan Kyuhyun, membuat pria itu mundur beberapa langkah hingga berhenti di belakang rombongan turis tersebut. Sebuah menara jam berdiri di depan rombongan turis Asia itu.

“Ini adalah Jam Astronomi Praha atau Prague Orloj,” ujar seorang wanita yang nampak seperti tour guide rombongan tersebut. “Usianya sudah enam-ratus tahun lebih, dibangun pada abad pertengahan. Kehebatan jam ini adalah fungsinya tak hanya sebagai penunjuk waktu, tetapi juga memperlihatkan gerak bulan dan bintang. Dibuat oleh Mikuláš dari Kadaň dan Jan Šindel.”

Sontak saja, rombongan turis itu berseru-seru kagum. Mereka mengeluarkan kamera dan ponsel, ingin mengabadikan gambar Jam Astronomi tersebut. Sementara itu, tour guide mereka lanjut bercerita.

“Banyak dongeng dan mitos yang menemani menara jam ini. Salah satu yang paling popular adalah kisah cinta dari Pangeran Jozka, penerus terakhir Kerajaan Praha.”

Kyuhyun langsung tertarik begitu tour guide itu menyebut nama Jozka, orang yang menyebabkan pusingnya kepala Kyuhyun selama beberapa minggu terakhir.

“Apa yang terjadi padanya?” tanya salah satu turis dengan wajah serius.

“Ia jatuh cinta pada orang yang salah, seorang pelukis. Mereka bertemu di tepi Sungai Vltava, saat Jozka mencoba bunuh diri. Mereka menjalin hubungan, tetapi keluarga Jozka menentang hubungan itu dan memaksa Pangeran Jozka untuk menikahi orang pilihan kerajaan. Kerajaan menangkap kekasih Jozka, melarang mereka untuk bertemu. Jozka marah, lalu mengakhiri hidupnya di Sungai Vltava.”

“Lalu, apa hubungannya kisah itu dengan Jam Astronomi?” tanya turis lainnya.

“Sebelum mati, mereka berjanji bahwa cinta mereka tak akan habis oleh waktu. Matahari dan bulan akan menjadi saksinya. Dan Sungai Vltava, sungai yang tak pernah hilang itu, melambangkan cinta mereka yang abadi. Pada akhirnya, Kerajaan Praha hilang, tetapi Sungai Vltava tidak pernah hilang. Terinspirasi dari kisah itu, dibangunlah Jam Astronomi ini.”

“Itu dongeng yang salah,” Kyuhyun berkata dalam hati. “Tidak ada penelitian yang mengatakan bahwa legenda itu benar.”

Kyuhyun menghela napas, lalu menatap Jam Astronomi dengan wajah lelah. Jarum-jarum jam berhiaskan gaya gotik itu bergerak sedikit, menjadikan Jam Astronomi Praha sebagai salah satu jam tertua yang masih berfungsi hingga kini.

“Siapa orang yang membuat Jozka meninggalkan dunia demi cintanya?” pikir Kyuhyun sambil menatap jam di depannya.

Tiba-tiba, seorang pria melintas di depan Kyuhyun dan menyenggol buku-buku di tangan Kyuhyun hingga jatuh ke lantai. Kyuhyun berdecak, lalu menunduk  dan memungut bukunya. Ia menoleh kesal pada pria yang menabraknya, mendapati pria itu masih berjalan tanpa meminta maaf. Tapi bukan itu yang membuat Kyuhyun heran. Fakta bahwa pria itu memakai pakaian abad pertengahan dan terus berjalan menuju tepi alun-alun membuat Kyuhyun tertegun.

“Kenapa ada orang berkostum abad pertengahan di siang panas seperti ini?” pikir Kyuhyun sambil mengikuti pria itu.

Pria tersebut masih berjalan, menabrak beberapa orang dan tak meminta maaf. Anehnya, orang-orang yang ditabrak pria aneh itu tak terganggu sama sekali. Nampak seolah tak ada yang melihat pria berkostum abad pertengahan itu kecuali Kyuhyun. Kyuhyun menyaksikan bagaimana pria itu melewati celah di antara dua orang yang tengah mengobrol, tetapi tak ada yang merasa terganggu.

“Aneh,” pikir Kyuhyun lagi. “Ini aneh. Sangat aneh.”

Kyuhyun berhenti beberapa meter di belakang pria itu, melihat bahwa pria aneh itu berdiri di tepi Sungai Vltava. Dengan mantap, kedua kaki pria abad pertengahan itu menginjak pagar pembatas sungai dan bersiap untuk lompat. Kyuhyun kaget, tak menyangka bahwa tak ada yang memerhatikan tingkah pria aneh itu. Padahal jelas, pria itu ingin bunuh diri.

Stůj! Stop! Berhenti!” Kyuhyun berseru, membuat pria itu menoleh. “Jangan bunuh diri!”

Kdo jsi? Siapa kau? Kau jelas bukan dari kerajaan ini,” kata pria itu sambil menatap Kyuhyun.

Kyuhyun tertegun lagi, lalu menatap pria itu dengan hati-hati.

“Kau bukan pria,” bisik Kyuhyun. “Kau seorang wanita.”

Dan orang di hadapan Kyuhyun itu tertawa, lalu melepas gulungan rambutnya yang menyembunyikan rambut panjangnya.

“Ya, aku seorang wanita. Aku Jozka, Pangeran Jozka.”

Mulut Kyuhyun terbuka lebar, terlalu kaget dengan kata-kata manusia di hadapannya. Mata Kyuhyun terbuka lebar-lebar, menatap sosok Jozka dari ujung kepala sampai ujung kaki.

“Jangan bercanda,” desis Kyuhyun, dan ia berbalik.

Ketika Kyuhyun berbalik, kedua kaki Kyuhyun lemas seketika. Di hadapan Kyuhyun, tak ada Jam Astronomi Praha, ataupun alun-alun Praha. Sebuah istana megah berdiri tak jauh dari sana, membuat Kyuhyun nyaris jatuh ke tanah. Tak ada orang lain selain ia dan wanita itu. Hanya mereka berdua di sana.

“Di mana ini?” bisik Kyuhyun sambil gemetar. “D-di mana… ini?”

“Ini Kerajaan Praha,” jawab wanita di dekat Kyuhyun. “Sepertinya kau tersesat, ya?”

“K-Kerajaan Praha sudah h-hilang sejak ratusan tahun l-lalu… A-aku pasti b-bermimpi… Tolong, kembalikan a-aku…”

“Hilang? Sejak ratusan tahun?! Apa kau ini orang gila? Atau orang dari masa depan?” Jozka tertawa kecil, merasa candaan itu lucu.

“Hei,” kata Kyuhyun sambil menatap wanita itu. “Tahun berapa ini?”

“Berhentilah bercanda atau aku akan melaporkanmu pada pengawal kerajaan agar kau ditangkap dan dihukum mati.”

“Kau Jozka?” tanya Kyuhyun lagi. “Pangeran Jozka?”

“Iya, itu aku,” jawab wanita itu sambil menunjuk dirinya.

“Kau lahir pada bulan purnama, saat musim dingin sedang berlangsung,” kata Kyuhyun tiba-tiba membuat Jozka terdiam.

“Bagaimana kau tahu itu? Tak ada orang lain yang mengetahui hal itu kecuali ibuku.”

“Kau bukan seorang pria?”

“Bukan,” geleng Jozka. “Ayahku kecewa ketika mengetahui anaknya bukan pria. Untuk mengobati kekecewaan itu, ia memberikanku nama pria dan memanggilku pangeran. Ia juga memberikanku pakaian-pakaian pria.”

Mulut Kyuhyun terbuka lebar. Ia mengambil kertas dari bukunya yang sudah compang-camping, lalu membuat tulisan di sana.

Co to děláš? Apa yang kau lakukan?” tanya Jozka.

“Memperbaiki penelitianku. Jozka ternyata seorang wanita, bukan pria.”

Jozka merebut kertas di tangan Kyuhyun, meremasnya dan membuangnya ke Sungai Vltava.

“Kau ini mata-mata, ya?!” Jozka berseru. “Akan kulaporkan kau pada pengawal kerajaan.”

“Aku bukan mata-mata! Aku ini peneliti!” Kyuhyun balas berseru.

“Dari mana asalmu?”

“Aku dari… Ceko,” ujar Kyuhyun setelah jeda panjang. “Kau tahu Ceko?”

Wanita itu menggeleng, lalu melihat pakaian Kyuhyun dengan muka menyelidik.

“Aku tak pernah mendengarnya. Apa itu sebuah kerajaan?”

“Ya, sebuah kerajaan,” Kyuhyun mengarang bebas. “Kerajaan yang sangat amat jauh. Kau harus menyusuri Sungai Vltava untuk menemui kerajaan itu.”

“Apa kau punya tempat tinggal di sini?”

“Tidak. Aku baru sampai. Kau sendiri, apa kau ingin mengakhiri hidupmu?”

Jozka terdiam ketika Kyuhyun menodongnya dengan pertanyaan itu. Wanita itu menyepak bebatuan kecil di dekat pembatas sungai, lalu menatap Kyuhyun dengan kesal.

“Ya, tapi kau menggagalkannya.”

“Apa kau benar-benar harus bunuh diri di tempat favoritmu sendiri?” tanya Kyuhyun dengan alis menyatu. “Sungai Vltava benar-benar hidup dan matimu, ya?”

“Aku tidak tahu bagaimana kau mengetahuinya,” Jozka berujar pelan sambil membersihkan debu di celananya. “Apa kau seorang peramal?”

“Ya,” bohong Kyuhyun. “Aku pernah belajar meramal dari nenekku. Kau suka bunga květina, karena itu kau sering datang ke Sungai Vltava,” tambah Kyuhyun sambil menunduk dan memetik setangkai bunga warna kuning. “Benar, kan?”

Kyuhyun memberikan bunga itu pada Jozka, membuat Jozka menatap bunga kuning di tangan Kyuhyun. Mata Jozka mengedip beberapa kali sebelum ia mengambil bunga itu dari tangan Kyuhyun.

“Benar, květina adalah bunga favoritku. Bunga ini tumbuh di tepi Sungai Vltava.”

“Kau bermain sendirian di tepian sungai, menghabiskan waktu untuk merenung di sini, dan memikirkan cita-citamu yang tak pernah terwujud,” kata Kyuhyun pelan.

Jozka tersenyum kecil, lalu berhenti menatap bunga květina itu.

“Kau tahu segalanya, ya?” kata Jozka sedih. “Aku punya perasaan yang tak bisa kukatakan pada siapapun. Tetapi kau mengetahuinya.”

“Apa yang terjadi?” tanya Kyuhyun akhirnya.

“Ayahku memaksaku untuk menikah dengan pria yang ia pilihkan. Aku tak suka pria itu karena ia pangeran angkuh dari kerajaan lain yang tamak dan tak punya perasaan. Aku tak ingin menikahi pria itu, tetapi ayahku mengancam akan mengusirku bila aku tak menikah dengannya.”

“Kau punya kekasih?” tebak Kyuhyun dengan senyum yakin, percaya bahwa Jozka akan membenarkan pernyataan itu.

Tapi mengejutkan, wanita itu menggeleng pelan. Ia berjalan meninggalkan tempatnya berdiri, membuat Kyuhyun buru-buru menyamakan langkahnya.

“Aku ingin jatuh cinta. Tapi dunia seperti tak membiarkannya.”

Legenda Jam Astronomi itu salah,’ pikir Kyuhyun dalam hati. ‘Jozka… tak punya kekasih!

“Lalu aku menghabiskan waktuku untuk belajar,” Jozka berhenti berjalan, membuat Kyuhyun ikut berhenti.

Di hadapan mereka, ada sebuah kanvas besar dan sebuah kertas putih yang disusun sedemikian rupa. Kyuhyun menyadari bahwa ada sebuah mesin yang digambar di atas kertas putih itu.

“Apa itu?” bisik Kyuhyun.

“Itu karyaku. Aku memperlajari mekanisme jam dan waktu untuk membuat sebuah menara jam,” kata Jozka sambil tersenyum. “Tapi, jangan bilang siapa-siapa. Aku ingin membangun menara jam ini sendiri tanpa diketahui orangtuaku.”

“Kau aneh sekali,” kata Kyuhyun kecil. “Kenapa ingin membuat menara jam seperti ini?”

“Agar aku dan priaku nanti bisa tinggal di sana berdua dan menghabiskan waktu bersama seiring waktu bergulir. Menara jam melambangkan cinta yang tetap abadi meski waktu berlalu.”

“Romantis, tapi kurang realistis,” Kyuhyun entah memuji atau menghina.

Desain jam ini sama persis dengan Jam Astronomi Praha. Hanya saja, tak ada jarum penunjuk kerja bulan dan matahari. Berarti, perancang jam ini adalah Pangeran Jozka.

“Kau seharusnya menambahkan penunjuk kerja bulan dan matahari agar jam ini lebih bermanfaat,” Kyuhyun berkata pada Jozka.

“Aku sempat berpikir untuk melakukannya. Tapi kukira tak ada gunanya. Lagipula pengetahuan astronomiku tak terlalu bagus.”

Kyuhyun terdiam, mengingat-ingat mekanisme kerja Jam Astronomi yang pernah ia pelajari di rumah dulu. Tangan pria itu mengambil alat tulis Jozka dan kertas putih yang kosong. Ia mencoret-coret kertas itu, menggambar alur mekanisme kerja matahari dan bulan. Jozka melihat tingkah Kyuhyun dan tersenyum kecil, merasa senang karena ada yang peduli padanya. Diam-diam wanita itu memerhatikan wajah serius Kyuhyun dan mengaguminya dalam diam.

“Seperti ini,” kata Kyuhyun setengah jam kemudian sambil memperlihatkan kertas di tangannya pada Jozka. “Kau mengerti, tidak?”

Jozka mengangguk sambil tersenyum.

“Kau keren sekali,” puji wanita itu malu. “Aku jadi menyukaimu,” tambahnya pelan.

“Dan kau jujur sekali,” balas Kyuhyun. “Aku juga menyukaimu.”

“Aku baru pertama kali mendengar kata-kata seperti itu,” kata Jozka pelan. “Kau seperti sudah mengenalku sangat lama.”

Aku mengenalmu sejak berbulan-bulan lalu, sejak penelitianku dimulai. Tapi ternyata, banyak hal yang tidak kuketahui tentang dirimu.

“Kau… ternyata seorang wanita yang sangat cantik,” kata Kyuhyun tanpa sadar. “Sepertinya kerajaan ini akan sangat bahagia bila dipimpin olehmu.”

Tetapi Jozka menggeleng sedih. Air matanya jatuh tiba-tiba, membuat Kyuhyun tertegun.

“Kerajaan ini tidak akan pernah dipimpin olehku. Ayahku tidak sudi bila tahta kerajaan jatuh pada wanita. Ia ingin mencari menantu yang dapat menggantikannya.”

Kyuhyun menatap Jozka sedih. Ia tak mengatakan apapun tentang berakhirnya Kerajaan Praha setelah Jozka. Tanpa menjadi cerdas pun Kyuhyun tahu bahwa ini adalah salah satu alasan berakhirnya Kerajaan Praha, yakni perebutan kekuasaan.

“Aku ingin menghias jam ini dengan bunga květina,” cerita Jozka sambil menggambar di kertas. “Bunga květina artinya cinta yang awalnya sekejap lalu menjadi selamanya. Bagaimana menurutmu?”

“Bagus sekali,” angguk Kyuhyun. ‘Sayang sekali, bunga květina sudah punah ketika kerajaan ini berakhir. Padahal itu bunga yang indah.

“Aku harap, bunga květina tak akan punah dan selamanya menghiasi tepi sungai ini.”

Harapan kosong, Jozka. Bunga itu akan punah.

Kyuhyun menunduk, memetik satu tangkai květina lagi. Ia memegangnya hati-hati, lalu memanggil Jozka pelan. Jozka menoleh, menatap Kyuhyun dan mereka bertukar pandang. Kyuhyun menjulurkan tangan, menyelipkan bunga květina di rambut Jozka, tepat di atas telinga kirinya.

“Kau cantik sekali,” puji Kyuhyun lagi dan lagi.

Děkuji. Terima kasih. Kau orang pertama yang mengatakannya.”

“Bagus sekali, Jozka. Ternyata ini perbuatanmu selama ini.”

Sebuah suara pria mengejutkan Jozka dan Kyuhyun. Mereka menoleh, mendapati seorang pria mengerikan bersama lima pengawalnya berdiri dua meter dari tempat Kyuhyun dan Jozka.

“Pangeran Aljun,” desis Jozka. “Bagaimana kau menemukanku?”

“Aku selalu bisa menemukan calon istriku, Jozka.”

“Berhenti memanggilku dengan sebutan itu. Aku tak sudi menikah denganmu. Lebih baik aku mati dari pada menikahimu.”

“Kenapa?” pria bernama Aljun itu menatap Kyuhyun. “Karena pria jelata ini?” tambahnya sembari menodongkan senjata panjang ke arah Kyuhyun.

“Karena aku tak menyukaimu,” desis Jozka marah.

“Kau ingin membangun menara jam untuk cintamu? Jangan konyol, Jozka. Kau tak akan menikah karena cinta,” Aljun mengambil gambar Jozka dan siap membuangnya ke sungai.

Tapi Kyuhyun bergerak cepat. Ia menendang senjata Aljun hingga terjatuh dan memukul Aljun keras-keras. Pengawal-pengawal Aljun maju, hendak memukuli Kyuhyun. Tapi Kyuhyun mencoba menghindar. Pertengkaran tak terhindari lagi, dan Kyuhyun kalah karena sendirian. Ia harus menerima pukulan-pukulan dari pengawal-pengawal itu.

“Hentikan! Hentikan!” Jozka memohon agar Aljun menghentikan anak buahnya. “Jangan sakiti dia, Aljun!” Jozka berseru. “Hentikan!”

Aljun mengangkat tangannya, menyuruh anak buahnya berhenti memukuli Kyuhyun. Dengan kasar, ia mendorong Jozka hingga wanita itu tersungkur di dekat Kyuhyun.

“Pergilah,” bisik Kyuhyun pelan sambil memegangi tangannya yang terluka.

“Aku tidak mau. Aku tak ingin pergi hanya untuk menikahinya,” jawab Jozka.

Kyuhyun memegang tangan Jozka, lalu mengusapnya perlahan.

“Kau harus mempertahankan kerajaan ini,” kata Kyuhyun.

Tapi Jozka menggeleng keras, lalu menangis tanpa aba-aba. Air matanya jatuh, membasahi pipi wanita itu tanpa henti. Kyuhyun memeluknya erat, mengusap kepalanya perlahan.

“Pergilah, dan wujudkan impianmu untuk membangun menara itu,” bisik Kyuhyun lagi. “Hanya dengan Aljun, kau bisa membangun menara itu.”

Jozka melepas peluk hangat Kyuhyun. Ia menatap Kyuhyun tajam, lalu mengalihkan pandangannya pada Sungai Vltava.

“Tak ada gunanya aku hidup. Orangtuaku tak pernah menghargaiku sebagai wanita. Mereka hanya menyesali keberadaanku yang bukan pria. Aku lebih baik mati daripada menikahi orang yang kubenci.”

“A-apa maksudmu?” tanya Kyuhyun.

Jozka berdiri, menepis tangan Aljun yang mencoba menyentuhnya. Ia memandang Kyuhyun, lalu berbalik dan menatap istana Kerajaan Praha.

“Ini akan menjadi akhir dari Kerajaan Praha dan akhir hidupku.”

“Jangan lakukan apapun yang ada di pikiranmu sekarang.”

“Tidak,” potong Jozka. “Aku akan melakukannya. Kau adalah satu-satunya pria yang pernah kusukai dalam hidupku. Terima kasih sudah membuatku bahagia di akhir hidupku.”

Mata Kyuhyun membesar mendengar kata-kata itu. Ia tahu artinya, ia tahu akhirnya. Pria itu tak bisa berkata-kata lagi ketika Jozka berlari menuju tepi Sungai Vltava dan melompati pagar pembatas.

“Jangan!” Kyuhyun menjerit keras.

Tapi terlambat, karena Jozka menghilang dari tempatnya berdiri dan suara air sungai yang memancar ke udara memenuhi telinga Kyuhyun. Air mata jatuh di pipi Kyuhyun, mengalir deras seperti cintanya yang hilang bersama aliran Sungai Vltava. Dan ia tahu, penyebab Kerajaan Praha berakhir adalah bunga květina yang indah itu memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

-=-

Kyuhyun menggeleng kuat-kuat, merasakan sinar matahari menusuk matanya lewat jendela begitu kedipan matanya terbuka. Kepalanya pusing, seperti tertimpa benda berat. Pipinya basah, begitu pula matanya yang terlihat seperti menangis. Kyuhyun melihat sekelilingnya, menyadari bahwa dirinya berada di sebuah ruangan.

“Ini…”

“Rumah sakit,” jawab seseorang membuat Kyuhyun menoleh.

Tour guide wanita yang tadi ia lihat di Jam Astronomi Praha berdiri tak jauh dari tempat tidur Kyuhyun.

“Bagaimana bisa?”

“Kau pingsan di alun-alun Praha tadi. Aku menghubungi ambulans dan dokter. Mereka bilang kau pingsan karena dehidrasi dan kurang minum, Profesor Kyuhyun.”

“Kau mengenalku?”

“Tidak. Aku melihat kartu pengenal di dompetmu. Kau seorang dosen di universitas, kan?”

“Ya, begitulah,” pikir Kyuhyun pelan, menatap sisa-sisa luka di tangannya.

“Bagaimana perjalananmu tadi?” tanya tour guide itu tiba-tiba. “Menyenangkan, bukan?”

“Bagaimana kau mengetahuinya?” Kyuhyun balik bertanya dengan wajah curiga. “Siapa kau?”

“Aku juga pernah mengalaminya. Jam Astronomi itu bukan jam biasa. Ketika rasa penasaranmu memuncak, kau akan menemukan jawabannya. Itulah alasannya aku tak pernah meninggalkan Praha dan menjadi tour guide di sini. Semua rahasia dan keajaiban kota ini selalu menahanku.”

“Jadi… yang tadi itu… bukan mimpi?”

“Bukan,” jawab wanita itu pelan. “Itu kenyataan. Jozka, satu-satunya penerus Kerajaan Praha, telah berbagi cerita denganmu. Aku juga pernah mengalaminya.”

Kyuhyun menatap wanita itu dengan dalam, lalu berkata-kata dengan sedih.

“Kalau kau tahu kebenaran cerita Jozka, kenapa kau mengatakan cerita yang lain dari kenyataan?” tanya Kyuhyun tiba-tiba. “Kau tak menjelaskan bahwa Jozka itu wanita bukan pria, bahwa ia jatuh cinta pada seorang peramal bukan pelukis, dan dia juga yang merancang menara jam itu. Jozka memilih bunuh diri bukan semata karena cinta, tetapi karena tak tahan dengan keluarganya.”

Napas Kyuhyun berkejaran ketika ia mengatakan semuanya. Hatinya terasa sakit, seperti sebuah rasa kehilangan yang sangat besar. Ia seperti kehilangan cintanya, cinta yang padahal hanya sekejap itu. Tapi wanita itu tersenyum kecil, mengingatkan Kyuhyun pada senyuman Jozka.

“Apa gunanya? Tak ada buktinya. Hanya aku, dan kau yang tahu cerita itu. Biarkanlah misteri selamanya menjadi misteri. Aku senang Jozka membagi cerita itu padaku, pada kita,” kata wanita itu dengan sangat lembut, membuat Kyuhyun mengerti.

“Siapa namamu?” Kyuhyun menjulurkan tangan, mulai melunak.

“Aku?” wanita itu menunjuk dirinya sendiri. “Aku Hyunrae. Cho Hyunrae,” jawabnya sembari menjabat tangan Kyuhyun.

“Cho Hyunrae itu nama pria, kan?”

“Begitu pula dengan nama Jozka,” Hyunrae tertawa kecil.

Ketika Hyunrae tertawa, Kyuhyun melihat kalung dengan bandul bunga kuning di leher Hyunrae. Kyuhyun tahu itu adalah bunga květina, bunga yang telah punah bersamaan dengan berakhirnya Kerajaan Praha.

“Bunga květina?” tanya Kyuhyun sambil memandang kalung itu.

Hyunrae tersenyum, lalu mengangguk kecil.

“Bunga kesukaan Jozka,” jawab Hyunrae pelan. “Artinya-”

“Cinta yang awalnya sekejap lalu menjadi selamanya,” potong Kyuhyun sambil turun dari kasurnya. “Aku tahu itu. Jozka mengatakannya padaku.”

-=-

Menara jam itu ada di sana, dengan Jam Astronomi yang membuat mata semua orang  terkagum melihatnya. Tapi kini, berbeda bagi Kyuhyun, ia tak bisa melihat menara itu seperti dulu lagi. Ada kenangan tentang seorang gadis yang membuatnya jatuh cinta dalam sekejap, dan di saat bersamaan untuk selamanya. Ada kenangan tentang Jozka, dan ia tak akan melupakannya.

“Jadi, Profesor tak akan melanjutkan penelitian ini?” tanya Hyunrae yang sejak tadi berdiri di samping Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum kecil, lalu memikirkan jawaban yang menurutnya tepat.

“Seperti yang kau bilang, tak ada gunanya. Aku tahu kenyataannya, tapi tak ada buktinya. Biarkanlah misteri selamanya menjadi misteri.”

Kyuhyun memejamkan mata sejenak, merasakan sisa-sisa kehadiran Jozka di sana. Lalu ia membuka matanya, berjalan ke arah lain alun-alun. Hyunrae mengikutinya dengan diam, tak banyak berbicara hingga mereka berdua berdiri di sisi Sungai Vltava.

“Kota atau kerajaan bisa hilang, tapi Sungai Vltava tak pernah hilang selamanya. Sekarang aku tahu alasannya menyukai tempat ini,” kata Hyunrae tiba-tiba.

“Dan mulai saat ini, tempat ini akan menjadi favoritku juga,” balas Kyuhyun singkat.

“Karena kenangan Profesor dengan Jozka?” tanya Hyunrae kemudian.

“Bukan,” geleng Kyuhyun. “Karena ada kau di sini.”

Hyunrae tertawa kecil, lalu menunduk karena malu. Matanya menangkap warna kuning di antara rerumputan tepian sungai.

“Hei, lihat,” katanya. “Itu bunga květina, kan?” imbuh Hyunrae sambil memegang kalungnya sendiri. “Kupikir bunga itu sudah punah.”

“Kau benar. Itu bunga květina. Dan sekali lagi, artinya…”

“Cinta yang awalnya sekejap lalu menjadi selamanya,” jawab Hyunrae mantap.

-End-

Advertisements

6 thoughts on “Heart of Orloj

  1. evilmakne says:

    Wow aku ngga nyangka akhirnya bakal kayak gini soalnya kupikir itu kyuhyun nya kelempar ke masa lalu.. ternyata dia mimpi hahhaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s