Unstoppable [3]

Unstoppable

[3]

Irina berusaha setengah mati untuk menikmati sarapan pagi yang terhidang di area buffet hotel tempatnya menginap. Berbagai jenis menu sarapan yang enak tersedia di sana. Bahkan, kalau Irina ingin, ia bisa memesan menu di buku tanpa harus membayar karena itu semua termasuk dalam keuntungan yang dapat diraihnya lewat pertukaran ini. Tetapi, ia tidak bisa menikmati makanan tersebut karena otaknya terus teringat kejadian hari lalu bersama Suho.

Continue reading

Mamma Mia!

Mamma Mia!

 

His name is Jaehyun

He’s from Milano

 

Romace-ficlet with Jaehyun and Hyunrae

 

-=-

 

Kesalahan terbesar dalam hidupku adalah tidak mendengarkan ibuku. Ibuku kerap berkata padaku untuk berhati-hati dengan laki-laki dari Italia. Mereka bisa membuat hatiku berada dalam posisi terancam dan logikaku tidak akan terpakai lagi. Setidaknya, itu kata ibuku. Tetapi aku mengabaikannya dan malah berurusan dengan salah satu dari mereka. Continue reading

Little Piece of Happiness

Little Piece of Happiness

| Ficlet |

| Renjun (NCT) |

| Family, Life |

“Jun, kenapa kau tidak menjawab Mama, Sayang?”

Renjun tersadar dari lamunan yang menelan segala pikirannya. Ia menoleh pada wanita muda yang berdiri di depan pintu. Wanita muda itu tampaknya tidak terlalu cocok untuk menyebut dirinya Mamanya Renjun. Wanita itu harusnya menjadi Kakaknya Renjun atau Tantenya Renjun. Continue reading

They Never Know [15/15]

They Never Know

| Continue |

| Dirke X Jozka |

| Friendship, Romance, Life, Love |

Epilog

Kehidupan Selanjutnya

 

[Dirke]

Sebenarnya, rencana melanjutkan pendidikan tidak pernah ada dalam kamus hidupku. Tapi ternyata hubungan singkatku dengan Jozka mengubah diriku dan hidupku. Melanjutkan cita-cita yang pernah disusun Jozka, aku berada di Berlin, mengerjakan thesis di usiaku yang menginjak dua puluh delapan tahun.

“Ingin tambah teh?” tawar seorang pelayan café padaku. Continue reading

They Never Know [14/15]

They Never Know

| Continue |

| Dirke X Jozka |

| Friendship, Romance, Life, Love |

Empat Belas

Kehidupan Sekarang

 

[Jozka]

Keadaan membaik di semester tiga. Aku tak pernah berharap banyak pada pertemananku dengan enam sahabat dekatku sejak semester satu. Ternyata, manusia memang berubah.

“Ci, tolong titip pesan buat pengurus UKM, ya,” kata Flora padaku saat ia, Lana, Wanda, dan aku sedang bersiap-siap ke kampus dari apartment. “Gue ada janji sama Nakula, nih. Jam lima dia jemput di kampus. Gue gak bisa ikut UKM.” Continue reading