Selflessly [10/10]

Selflessly

Sepuluh

Jika Kesempatan Kedua Sungguh Ada

Hari itu, Kota Seoul diliputi mendung. Semua orang berlalu-lalang sambil membawa payung, khawatir dengan ramalan cuaca yang mengatakan akan turun hujan di siang hari. Televisi besar di puncak sebuah gedung menayangkan berita tentang berakhirnya musim panas, pertanda bahwa musim gugur akan datang sebentar lagi dan siap menutup hari libur panjang. Continue reading Selflessly [10/10]

Advertisements

Selflessly [9/10]

Selflessly

Sembilan

Lima Tahun Tanpa Kebahagiaan

Tidak ada kebahagiaan tanpa orang yang dicintai. Hal yang sama terjadi pada Johara, melamun sepanjang waktu saat Dewa tak ada di rumah dan saat pekerjaannya tidak mengganggu. Seperti dulu, Johara mencari kesibukan dengan mengisi seminar dan menjadi pembicara. Tapi, ia tidak pernah bisa melupakan Randy meski ia berusaha setengah mati. Bulan dan tahun berlalu, dan Johara tidak pernah melihat Randy lagi selama itu. Continue reading Selflessly [9/10]

Selflessly [8/10]

Selflessly

Delapan

Pernikahan yang Seharusnya Dinantikan

Hanya perlu dua bulan untuk mempersiapkan pernikahan tanpa persiapan itu. Johara sudah mengenal hampir semua anggota keluarga Dewa sejak beberapa tahun lalu, begitu pula sebaliknya. Rencana pernikahan itu tidak tergolong aneh karena semua orang pun tahu bahwa Dewa dan Johara sudah menjalin hubungan sejak lama. Hanya sedikit orang di sekitar mereka yang tahu bahwa mereka pernah berpisah.

“Gue mau menikah sama Dewa lusa.”

Randy terkejut ketika Johara mengeluarkan undangan pernikahan dan memberikannya dengan wajah datar. Undangan indah itu didominasi warna biru muda. Randy tak mengira, setelah dua bulan tak berjumpa, Johara akan repot-repot mengendarai mobil sport putihnya ke parkiran kos Randy demi mengantar undangan.

Continue reading Selflessly [8/10]

Selflessly [7/10]

Selflessly

Tujuh

Berita Menyakitkan Bisa Membunuh Seseorang

Beberapa hari kemudian, hari pernikahan Violet pun datang. Johara sudah menyiapkan sebuah gaun biru yang sangat manis saat dipakai. Randy datang ke apartment wanita itu sejak siang, membantunya bersiap.

“Lo ngapain repot-repot begitu, Johara? Ke salon aja. Langsung kelar semua.”

“Gue gak demen sama dandanan salon,” balas Johara.

Randy menggeleng takjub melihat Johara usaha keras menggulung rambut kecokelatan itu jadi berombak. Wanita itu belum selesai menggunakan make up di wajahnya. Hanya foundation yang sudah digunakan Johara saat Randy datang.

“Lo mau gue bantu?” Randy bertanya.

Continue reading Selflessly [7/10]

Selflessly [6/10]

Selflessly

Enam

Cinta Tanpa Pamrih

Seperti kata-katanya, Randy menyelesaikan hubungannya dengan Silvi. Randy menjalin hubungan yang lebih romantis sekaligus berkomitmen dengan Johara. Mereka sepasang kekasih, tinggal bersama di apartment Johara yang tidak luas itu, dan tentu saja berada dalam masa-masa paling bahagia di hidup mereka.

“Pagi, Johara. Gue nyeduh air panas kalau lo mau bikin susu.”

Continue reading Selflessly [6/10]

Selflessly [5/10]

Selflessly

Lima

Hubungan yang Lebih Jauh

Kejadian waktu itu hanya awal dari hubungan tanpa nama yang dijalani Randy dan Johara. Malam-malam lainnya, Randy membuat berbagai alasan agar bisa menginap di tempat Johara. Alasan-alasan asal-asalan itu diterima Johara dengan senang hati karena dia juga berkenan kalau Randy menginap di apartment kecilnya.

“Halo, Ko?” Randy menjawab telepon kakaknya. “Oh, begitu. Gue lagi sama temen gue, dosen yang waktu itu. Iya, Ibu Johara,” katanya sambil mengangguk. “Ya kebetulan gue juga mau ke kampus. Gue bisa jemput Adit dulu. Oke, Ko.”

Continue reading Selflessly [5/10]

Selflessly [4/10]

Selflessly

Empat

Berbagi Potongan Cerita Masa Lalu

Di satu hari lain, sesudah les, turun hujan di seluruh area kota. Masuk ke musim hujan, Jakarta seperti diterjang air bah tiap hari. Payung menjadi atribut wajib yang harus ada di tas Johara. Kecuali kalau ia membuat kesalahan, meninggalkannya di meja ruang dosen sebelum pergi ke ruang les Bahasa Korea. Johara pun tertahan di lobi, menatap hujan yang begitu deras.

“Lo belum pulang?” Continue reading Selflessly [4/10]