Selflessly [4/10]

Selflessly

Empat

Berbagi Potongan Cerita Masa Lalu

Di satu hari lain, sesudah les, turun hujan di seluruh area kota. Masuk ke musim hujan, Jakarta seperti diterjang air bah tiap hari. Payung menjadi atribut wajib yang harus ada di tas Johara. Kecuali kalau ia membuat kesalahan, meninggalkannya di meja ruang dosen sebelum pergi ke ruang les Bahasa Korea. Johara pun tertahan di lobi, menatap hujan yang begitu deras.

“Lo belum pulang?” Continue reading Selflessly [4/10]

Advertisements

Selflessly [3/10]

Selflessly

Tiga

Kisah Milik Randy

Lahir di Yogyakarta hanyalah sebuah insiden kecil yang mengawali hidup Ranjuni Diviera Santo, akrab disapa Randy. Ia ‘numpang lahir’ di kota tersebut karena orangtuanya sedang menghadiri acara keluarga di sana dua puluh lima tahun lalu. Insiden lainnya adalah kesalahan dokter yang memperkirakan jenis kelamin Randy perempuan. Mungkin di masa itu, teknologi kedokteran belum secanggih sekarang. Kesalahan itu, meski tak fatal, memberikan dampak tersendiri bagi Randy karena orangtuanya telah menyiapkan nama perempuan.

Continue reading Selflessly [3/10]

Selflessly [2/10]

Selflessly

Dua

Cerita Tentang Johara

Ia lahir di Doha, Negara Qatar, dua puluh lima tahun yang lalu dengan nama lengkap Johara Hannah Maurer. Ayahnya, Max Maurer, adalah pilot Jerman yang berkarir di perusahaan penerbangan Qatar. Di salah satu perjalanan yang dipimpin Max, ia bertemu Regine, dokter gigi yang aktif dalam organisasi kemanusiaan internasional. Johara adalah anak mereka satu-satunya sebelum akhirnya mereka bercerai. Regine menikah lagi dengan Adi Tan, arsitek Indonesia, dan akhirnya pindah ke Jakarta bersama Johara.

“Pagi, Non. Tuan sama Nyonya ngajak sarapan, Non.”

Continue reading Selflessly [2/10]

Selflessly [1/10]

Selflessly

Satu

Perjumpaan Pertama Disebut Kebetulan

‘Para penumpang yang terhormat, sebentar lagi akan dibagikan makan malam oleh awak kabin pesawat. Saat ini waktu menunjukkan pukul sepuluh malam waktu Doha, waktu di tempat keberangkatan. Diperkirakan, kita akan mencapai Jakarta dalam sepuluh jam. Terima kasih sudah memilih terbang bersama Qatar Air.’

Johara menatap pramugari berseragam biru tua yang tersenyum sopan padanya sambil mendorong cart berisi makan malam. Pramugari itu menuangkan segelas apple juice yang diminta Johara sebelum bertanya lagi pada wanita itu.

Continue reading Selflessly [1/10]

Selflessly [Teaser]

Selflessly.jpg

 

Selflessly

 

Aku ingin mencintai seseorang

lebih dari aku mencintai diriku sendiri.

Meski nantinya akan terasa menyakitkan,

aku tetap ingin merasakan rasa sakit itu tanpa pamrih.

Dan aku akan selalu menanti saat itu,

saat aku mencintai tanpa memikirkan diriku sendiri.

 

Story by Joanne Andante Cho

 

-=-

Ini akan menjadi novel kedua saya setelah They Never Know [Dirke X Jozka] selesai.

Nantikan, ya.

 

[Bittersweet Cherry Bomb] WYSIWYG

NCT Fanfiction Indonesia

WYSIWYG

WYSIWYG

(/ˈwɪziwɪɡ/ wiz-ee-wig)

What You See Is What You Get

by Joanne Andante

“Selamat pagi semuanya,” sapa Hyunrae ceria di depan kelas.

Dosen muda itu selalu mengundang kehangatan di antara para mahasiswa yang mengikuti kuliah teknik komputer itu. Para mahasiswa yang sebagian besar laki-laki itu tentu sangat senang bisa diajar oleh seorang dosen yang menyenangkan seperti Cho Hyunrae.

“Selamat pagi, Profesor,” jawab sekitar empat puluh mahasiswa di kelas itu.

View original post 1,818 more words

Love Around the World: London

London

a 1500-words 100-years love story by Joanne Andante

with K and J

-happy reading-

 

London, 1940, Masa Perang Dunia II

“Apa kau bisa tidur tadi malam? Kau tidak takut mati, ya?” Kay mendengus. “Suara dengkuranmu bahkan mengalahkan suara ledakan bom tadi malam. Aku tidak pernah mendengar perempuan mendengkur sekeras itu.”

Candaan sinis tentang kematian dari mulut Kay itu terdengar biasa saja di telingaku. Sudah beberapa minggu ini, berita kematian datang berkunjung ke rumahku, mengabarkan kepergian orang-orang yang kukenal untuk selamanya. Mulai dari anak laki-laki tetangga di ujung sana yang maju ke medan perang, hingga teman sekolah yang dulu cukup akrab denganku. Continue reading Love Around the World: London