The Lone Flower [4/4]

The Lone Flower

When I touch your world, I awaken |

| Continue | Chanyeol EXO, Irina | Life, Love, Romance, Comedy, Songfic |

-=-

Spilling forth like stars, defying the darkness

It’s time for me to make you bloom

I will make your hidden tears shine

The dawn has come

Everything is going back in place

Now I will give you everything

-=-

“Apa maksud Claire tadi?” tanya Irina dalam hening ketika mobil Chanyeol berhenti di lampu merah. “Kau suka padaku sejak kita sekolah?” Continue reading

Advertisements

The Lone Flower [3/4]

The Lone Flower

When I touch your world, I awaken |

| Continue | Chanyeol EXO, Irina | Life, Love, Romance, Comedy, Songfic |

-=-

“Kau terluka,” ujar tangan indah itu sambil menyentuh lengan atas Pangeran Chanyeol yang mengeluarkan darah.

Keduanya beristirahat di dekat sebuah danau, menanti matahari terbit setelah pertarungan sengit semalam dan Chanyeol berhasil meloloskan diri. Continue reading

The Lone Flower [2/4]

 

The Lone Flower

When I touch your world, I awaken |

| Continue | Chanyeol EXO, Irina | Life, Love, Romance, Comedy, Songfic |

-=-

Follow the bright light

Feel the overflowing brightness

When I touch your world, I awaken

-=-

“Sepertinya kau mengikuti jejak cahaya yang kutinggalkan,” ujar suara itu lagi.

Chanyeol memandang sekelilingnya dengan waspada, menambah perlindungan diri dengan pedang di tangannya.

“Kalau kau tak memperlihatkan dirimu, maka aku akan menyentuh bunga itu,” ancam Chanyeol tanpa rasa takut. Continue reading

The Lone Flower [1/4]

The Lone Flower

| Continue |

| Chanyeol EXO, Irina |

| Life, Love, Romance, Comedy, Songfic |

-=-

You are a lonely cold flower

Eyes hidden deep in the stars

If only I could wake you

From your long sleep in the dark

-=-

Sebuah perang sengit terjadi lagi antara Kerajaan Savaagio dan musuh-musuh mereka dari seberang benua. Pangeran bungsu dari Raja Savaagio ada di barisan depan bala tentara, melawan dengan pedang dan tameng tanpa ragu sedikit pun.

“Maju!” pangeran bungsu berseru. “Jangan takut! Kita kalahkan mereka dan kita cari bunga itu!”

Tiba-tiba, satu dari kelompok musuhnya menghunus pedang pada sang pangeran. Pangeran muda itu berkelit, memukul keras musuhnya dengan tameng. Setelah musuhnya jatuh di tanah, ia menempelkan ujung pedangnya di leher musuhnya.

“Katakan padaku. Di mana bunga itu?” ujar pria itu tanpa ragu.

Continue reading