[Alter Ego: Valentine’s Day]

Valentine's Day

| Oneshot |

| Alter Ego |

| Valentine’s Day |

-=-

-XOXO-

An X is for a soft kiss, an O is for a circled hug.

Chelsea turun dari kasurnya dan hendak menuju kamar mandi begitu menyadari hari sudah siang. Tiba-tiba, matanya terpaku pada sebuah surat berwarna merah yang dilipat rapi di meja samping kasurnya. Gadis itu menekuk alisnya sebelum mengambil surat itu dan membacanya hati-hati.

X atau O?

I love you.
Continue reading

[Alter Ego II: Chelsea] Guilty Pleasure

Guilty Pleasure

| Oneshot |

| Chelsea |

| Romance, Smut |

-=-

Suara musik bergema riuh di tempat itu. Cahaya redup, orang-orang yang menari, dan bau alkohol yang mengambil akal sehat orang-orang di sana. Chelsea juga ada di sana, di antara orang-orang yang perlu alkohol sebagai pelarian, bersama sahabatnya sejak sekolah menengah, si Ketua Kelas yang dulu duduk dengannya di tahun terakhir.

“Aku pikir patah hati bukan hal yang berat. Tapi aku salah,” ujar pria itu ketika Chelsea memesan minuman dengan kadar alkohol tinggi pada bartender.

Chelsea menegak minuman itu dengan kasar lalu berkata-kata separuh sadar. “Berapa lama kita kenal?” tanyanya setengah berteriak karena suara musik terlampau keras.
Continue reading

[Alter Ego: Christmas Day]

Christmas Day

| Oneshot |

| Alter Ego |

| Christmas |

-=-

-Home Alone-

Langit biru dan lautan yang biru adalah teman yang tepat dalam menikmati malam Natal. Ditambah film Home Alone, lengkap sudah malam Natal itu.

Setelah tujuh tahun lulus dari sekolah menengah atas yang sama, Chelsea dan si Ketua Kelas akhirnya menjalin hubungan yang lebih dari sekedar sahabat. Seperti hari itu, ketika malam Natal tiba, keduanya duduk bersama di sofa apartment si Ketua Kelas, menikmati coklat panas dan menonton Home Alone 2. Tawa mengguncang saat tingkah konyol Kevin mengerjai penjahat di film itu mulai terjadi.

Continue reading

[Alter Ego: Chelsea] Ultramarine

Ultramarine

| Ficlet |

| Chelsea |

| Fluff, Love, Romance |

-=-

Gadis berambut coklat pirang itu masuk ke kelas dengan wajah setengah mengantuk. Ia menutup mulut, menguap sekali, lalu duduk di kursinya yang sama sejak hari pertama masuk sekolah.

“Hai, Chelsea. Kenapa kemarin kau tak masuk?” sapa seorang pria yang berseragam sama dengan Chelsea. Pria itu menarik bangku di samping Chelsea, lalu duduk di sana dengan nyaman. Continue reading