[Alter Ego II: Evita] Moment of Farewell

Moment of Farewell

| Oneshot |

| Evita |

| Songfic, Angst, Love, Romance |

-=-

I let out a big breath

I couldn’t really hear what you just said

All of our moments, all of the scenes have gotten blurry again

-=-

Pria itu menatap Evita tak mengerti. Ia mengedipkan matanya beberapa kali dan meminta Evita mengulangi kata-katanya. Continue reading

Advertisements

[Alter Ego: Valentine’s Day]

Valentine's Day

| Oneshot |

| Alter Ego |

| Valentine’s Day |

-=-

-XOXO-

An X is for a soft kiss, an O is for a circled hug.

Chelsea turun dari kasurnya dan hendak menuju kamar mandi begitu menyadari hari sudah siang. Tiba-tiba, matanya terpaku pada sebuah surat berwarna merah yang dilipat rapi di meja samping kasurnya. Gadis itu menekuk alisnya sebelum mengambil surat itu dan membacanya hati-hati.

X atau O?

I love you.
Continue reading

[Alter Ego: Christmas Day]

Christmas Day

| Oneshot |

| Alter Ego |

| Christmas |

-=-

-Home Alone-

Langit biru dan lautan yang biru adalah teman yang tepat dalam menikmati malam Natal. Ditambah film Home Alone, lengkap sudah malam Natal itu.

Setelah tujuh tahun lulus dari sekolah menengah atas yang sama, Chelsea dan si Ketua Kelas akhirnya menjalin hubungan yang lebih dari sekedar sahabat. Seperti hari itu, ketika malam Natal tiba, keduanya duduk bersama di sofa apartment si Ketua Kelas, menikmati coklat panas dan menonton Home Alone 2. Tawa mengguncang saat tingkah konyol Kevin mengerjai penjahat di film itu mulai terjadi.

Continue reading

[Alter Ego: Evita] Chemistry

Chemistry

| Ficlet |

| Evita |

| Love, Fluff, Romance |

-=-

“Tulisanmu sangat jelek. Lihat, kau bahkan tidak bisa membedakan tambah, kali dan huruf X. Selain itu, salah memasukan rumus, dan bahkan salah menghitung perkalian dasar. Apa kau ingin membuatku tertawa?”

Evita menunduk akibat kalimat guru laki-laki di depannya. “Bapak memberikan waktu terlalu singkat untuk ulangan.”

“Itu bukan alasan. Teman-temanmu bisa menyelesaikan tepat waktu. Selain itu, kau sering mengobrol saat aku mengajar.”

“Yang mengobrol bukan hanya aku.”

“Tapi kau yang memulai.” Continue reading