[Alter Ego II: Ivana] The Road Game

The Road Game

| Oneshot |

| Ivana |

| Fluff, Love |

-=-

“Selamat siang pemirsa Road Game di  mana pun anda berada. Hari ini, saya, Dayu, MC Road Game berada di Taman Suropati Jakarta Pusat bersama aktor Pan Hadiwijaya yang baru saja menyelesaikan syuting film terbarunya yakni Vacation Center.”

Kerumunan di Taman Suropati tiba-tiba berpusat di satu tempat, dengan syuting variety show yang tengah berlangsung di sana sebagai pemicunya. Acara Road Game memang selalu mendapat rating tinggi akhir-akhir ini. Mengusung tema game antara celebrity dan orang-orang awam di tempat umum, Road Game tentu menjadi pilihan baik di antara banyaknya acara-acara televisi yang monoton.
Continue reading

[Alter Ego: Valentine’s Day]

Valentine's Day

| Oneshot |

| Alter Ego |

| Valentine’s Day |

-=-

-XOXO-

An X is for a soft kiss, an O is for a circled hug.

Chelsea turun dari kasurnya dan hendak menuju kamar mandi begitu menyadari hari sudah siang. Tiba-tiba, matanya terpaku pada sebuah surat berwarna merah yang dilipat rapi di meja samping kasurnya. Gadis itu menekuk alisnya sebelum mengambil surat itu dan membacanya hati-hati.

X atau O?

I love you.
Continue reading

[Alter Ego: Christmas Day]

Christmas Day

| Oneshot |

| Alter Ego |

| Christmas |

-=-

-Home Alone-

Langit biru dan lautan yang biru adalah teman yang tepat dalam menikmati malam Natal. Ditambah film Home Alone, lengkap sudah malam Natal itu.

Setelah tujuh tahun lulus dari sekolah menengah atas yang sama, Chelsea dan si Ketua Kelas akhirnya menjalin hubungan yang lebih dari sekedar sahabat. Seperti hari itu, ketika malam Natal tiba, keduanya duduk bersama di sofa apartment si Ketua Kelas, menikmati coklat panas dan menonton Home Alone 2. Tawa mengguncang saat tingkah konyol Kevin mengerjai penjahat di film itu mulai terjadi.

Continue reading

[Alter Ego: Ivana] Serendipity

Serendipity

| Ficlet |

| Ivana |

| Love, Fluff, Romance |

-=-

Ivana membawa tumpukan buku dan kertas dengan hati-hati sembari menuruni anak tangga. Matanya sesekali menatap taman yang berada di sisi kiri dan kanan tangga, dengan langit mendung sebagai atapnya, dipenuhi bunga dan kupu-kupu yang berterbangan. Angin tiba-tiba bertiup, menjatuhkan beberapa lembar kertas dari dalam buku Ivana. Sayang, Ivana kesulitan untuk mengambil kertas-kertas itu.

“Butuh bantuan?”

Suara dari beberapa anak tangga di atas Ivana membuat gadis itu menoleh. Seorang pria dengan jaket abu-abu berdiri di sana. Ivana mengangguk, menatap pria itu penuh harap. Pria itu pun turun ke anak tangga yang sama dengan Ivana, lantas memungut beberapa lembaran itu.

“Thanks,” ujar Ivana ramah. Continue reading