Love Around the World: London

London

a 1500-words 100-years love story by Joanne Andante

with K and J

-happy reading-

 

London, 1940, Masa Perang Dunia II

“Apa kau bisa tidur tadi malam? Kau tidak takut mati, ya?” Kay mendengus. “Suara dengkuranmu bahkan mengalahkan suara ledakan bom tadi malam. Aku tidak pernah mendengar perempuan mendengkur sekeras itu.”

Candaan sinis tentang kematian dari mulut Kay itu terdengar biasa saja di telingaku. Sudah beberapa minggu ini, berita kematian datang berkunjung ke rumahku, mengabarkan kepergian orang-orang yang kukenal untuk selamanya. Mulai dari anak laki-laki tetangga di ujung sana yang maju ke medan perang, hingga teman sekolah yang dulu cukup akrab denganku. Continue reading

Advertisements

Little Piece of Happiness

Little Piece of Happiness

| Ficlet |

| Renjun (NCT) |

| Family, Life |

“Jun, kenapa kau tidak menjawab Mama, Sayang?”

Renjun tersadar dari lamunan yang menelan segala pikirannya. Ia menoleh pada wanita muda yang berdiri di depan pintu. Wanita muda itu tampaknya tidak terlalu cocok untuk menyebut dirinya Mamanya Renjun. Wanita itu harusnya menjadi Kakaknya Renjun atau Tantenya Renjun. Continue reading

They Never Know [15/15]

They Never Know

| Continue |

| Dirke X Jozka |

| Friendship, Romance, Life, Love |

Epilog

Kehidupan Selanjutnya

 

[Dirke]

Sebenarnya, rencana melanjutkan pendidikan tidak pernah ada dalam kamus hidupku. Tapi ternyata hubungan singkatku dengan Jozka mengubah diriku dan hidupku. Melanjutkan cita-cita yang pernah disusun Jozka, aku berada di Berlin, mengerjakan thesis di usiaku yang menginjak dua puluh delapan tahun.

“Ingin tambah teh?” tawar seorang pelayan café padaku. Continue reading

They Never Know [14/15]

They Never Know

| Continue |

| Dirke X Jozka |

| Friendship, Romance, Life, Love |

Empat Belas

Kehidupan Sekarang

 

[Jozka]

Keadaan membaik di semester tiga. Aku tak pernah berharap banyak pada pertemananku dengan enam sahabat dekatku sejak semester satu. Ternyata, manusia memang berubah.

“Ci, tolong titip pesan buat pengurus UKM, ya,” kata Flora padaku saat ia, Lana, Wanda, dan aku sedang bersiap-siap ke kampus dari apartment. “Gue ada janji sama Nakula, nih. Jam lima dia jemput di kampus. Gue gak bisa ikut UKM.” Continue reading

They Never Know [13/15]

They Never Know

| Continue |

| Dirke X Jozka |

| Friendship, Romance, Life, Love |

Tiga Belas

Ucapan Selamat Tinggal

 

[Dirke]

Saat UAS sudah tinggal esok, aku tahu bahwa ini adalah waktunya Jozka dan aku untuk saling meninggalkan. Mengingat nilai-nilai UTS Jozka tidak sebagus harapannya, ia berjuang keras agar UAS ini bisa meningkatkan hasil akhirnya. Sementara aku hanya menemaninya dengan setia, menjaganya agar tidak sakit dan tidak lupa makan.

“Alat tulis udah lengkap?”

“Udah, Joz.” Continue reading

They Never Know [12/15]

They Never Know

| Continue |

| Dirke X Jozka |

| Friendship, Romance, Life, Love |

Dua Belas

Minggu-minggu Akhir

 

[Jozka]

Hal pertama yang kulihat saat aku terbangun adalah kamar Dirke dengan kasur luasnya dan gelap yang luar biasa karena Dirke selalu menutup tirai jendela kalau tidur. Untung ini Hari Sabtu dan tidak ada kuliah sama sekali. Aku hanya melirik Dirke yang masih lelap, memeluk tubuhku yang tergulung selimut. Telunjukku usil, menyentuh lekuk hidung Dirke dan turun ke bibirnya pelan-pelan. Dirke sempat menekuk alisnya sebentar sebelum membuka mata. Continue reading

They Never Know [11/15]

They Never Know

| Continue |

| Dirke X Jozka |

| Friendship, Romance, Life, Love |

Sebelas

Mengembalikan yang Tertinggal

[Dirke]

Meski belum pernah berpacaran, sekarang aku tahu artinya putus dengan kekasih. Jozka bukan kekasihku. Dia hanya teman dekatku yang pernah menjalin beberapa bulan penuh rahasia denganku. Sampai akhir semester, kami tidak pernah kontak satu sama lain lagi. Bertemu di kelas pun hanya menjadi formalitas semata. Aku punya banyak teman baru sejak aku menjadi lebih baik. Jozka sendiri kembali pada kawan-kawan lamanya, menyelesaikan penampilannya bersama Clover, dan dekat lagi dengan Sadewa seperti hubungan mereka dulu. Continue reading