Mamma Mia!

Mamma Mia!

 

His name is Jaehyun

He’s from Milano

 

Romace-ficlet with Jaehyun and Hyunrae

 

-=-

 

Kesalahan terbesar dalam hidupku adalah tidak mendengarkan ibuku. Ibuku kerap berkata padaku untuk berhati-hati dengan laki-laki dari Italia. Mereka bisa membuat hatiku berada dalam posisi terancam dan logikaku tidak akan terpakai lagi. Setidaknya, itu kata ibuku. Tetapi aku mengabaikannya dan malah berurusan dengan salah satu dari mereka. Continue reading

They Never Know [15/15]

They Never Know

| Continue |

| Dirke X Jozka |

| Friendship, Romance, Life, Love |

Epilog

Kehidupan Selanjutnya

 

[Dirke]

Sebenarnya, rencana melanjutkan pendidikan tidak pernah ada dalam kamus hidupku. Tapi ternyata hubungan singkatku dengan Jozka mengubah diriku dan hidupku. Melanjutkan cita-cita yang pernah disusun Jozka, aku berada di Berlin, mengerjakan thesis di usiaku yang menginjak dua puluh delapan tahun.

“Ingin tambah teh?” tawar seorang pelayan café padaku. Continue reading

They Never Know [14/15]

They Never Know

| Continue |

| Dirke X Jozka |

| Friendship, Romance, Life, Love |

Empat Belas

Kehidupan Sekarang

 

[Jozka]

Keadaan membaik di semester tiga. Aku tak pernah berharap banyak pada pertemananku dengan enam sahabat dekatku sejak semester satu. Ternyata, manusia memang berubah.

“Ci, tolong titip pesan buat pengurus UKM, ya,” kata Flora padaku saat ia, Lana, Wanda, dan aku sedang bersiap-siap ke kampus dari apartment. “Gue ada janji sama Nakula, nih. Jam lima dia jemput di kampus. Gue gak bisa ikut UKM.” Continue reading

They Never Know [13/15]

They Never Know

| Continue |

| Dirke X Jozka |

| Friendship, Romance, Life, Love |

Tiga Belas

Ucapan Selamat Tinggal

 

[Dirke]

Saat UAS sudah tinggal esok, aku tahu bahwa ini adalah waktunya Jozka dan aku untuk saling meninggalkan. Mengingat nilai-nilai UTS Jozka tidak sebagus harapannya, ia berjuang keras agar UAS ini bisa meningkatkan hasil akhirnya. Sementara aku hanya menemaninya dengan setia, menjaganya agar tidak sakit dan tidak lupa makan.

“Alat tulis udah lengkap?”

“Udah, Joz.” Continue reading

They Never Know [12/15]

They Never Know

| Continue |

| Dirke X Jozka |

| Friendship, Romance, Life, Love |

Dua Belas

Minggu-minggu Akhir

 

[Jozka]

Hal pertama yang kulihat saat aku terbangun adalah kamar Dirke dengan kasur luasnya dan gelap yang luar biasa karena Dirke selalu menutup tirai jendela kalau tidur. Untung ini Hari Sabtu dan tidak ada kuliah sama sekali. Aku hanya melirik Dirke yang masih lelap, memeluk tubuhku yang tergulung selimut. Telunjukku usil, menyentuh lekuk hidung Dirke dan turun ke bibirnya pelan-pelan. Dirke sempat menekuk alisnya sebentar sebelum membuka mata. Continue reading

They Never Know [11/15]

They Never Know

| Continue |

| Dirke X Jozka |

| Friendship, Romance, Life, Love |

Sebelas

Mengembalikan yang Tertinggal

[Dirke]

Meski belum pernah berpacaran, sekarang aku tahu artinya putus dengan kekasih. Jozka bukan kekasihku. Dia hanya teman dekatku yang pernah menjalin beberapa bulan penuh rahasia denganku. Sampai akhir semester, kami tidak pernah kontak satu sama lain lagi. Bertemu di kelas pun hanya menjadi formalitas semata. Aku punya banyak teman baru sejak aku menjadi lebih baik. Jozka sendiri kembali pada kawan-kawan lamanya, menyelesaikan penampilannya bersama Clover, dan dekat lagi dengan Sadewa seperti hubungan mereka dulu. Continue reading

They Never Know [10/15]

They Never Know

| Continue |

| Dirke X Jozka |

| Friendship, Romance, Life, Love |

Sepuluh

Rahasia Lainnya

[Jozka]

Dirke dan aku akhirnya menjauh tanpa kata-kata dan ucapan perpisahan. Semua rahasia yang kubagi bersamanya menjadi investasi dan asuransi di saat bersamaan. Kalau-kalau ia membocorkan salah satu rahasiaku, aku juga bisa melakukan hal yang sama padanya. Kini, pertemanan singkat kami yang terjalin selama beberapa bulan pun tak membekas.

“Ci,” panggil Sadewa, membangunkanku dari lamunanku. “Kenapa Cici gak pernah cerita tentang masalah Cici ke gue?” Continue reading