Stories of Aeternum

Stories of Aeternum.jpg

| Johnny Seo X Mackenzie Lee | Haechan X Iris Geraldine | Winwin X Nakamoto Sue |

| Lee Jeno X Cheng Zhu | Moon Taeil X Han Jisun |

Length: 5 Ficlets | Romance, Life |

-=-

[1] The First Story

Jemari Cheng Zhu mengitari bibir cangkir kopi yang ada di atas mejanya. Wangi kopi menyeruak di antara obrolan-obrolan ringan di kafe tempat Cheng Zhu berada. Seperti hari-hari lainnya, Aeternum adalah kafe yang tidak pernah sepi dari kunjungan dalam waktu dan musim apa pun.

“Benar-benar bukan hal yang menyenangkan untuk diceritakan. Tetapi, jika aku menyimpannya sendirian, aku bisa gila,” gumam Cheng Zhu seperti orang melantur. Continue reading

Advertisements

Five Years Without You

five-years-without-you

| Oneshot |

| Taeil NCT, Andante |

| Love, Romance, Sad |

-=-

Langit mendung, tak terlalu indah bagi seorang fotografer pernikahan seperti Taeil. Ia menatap dekorasi pesta yang tertata rapi tak jauh dari tempatnya berdiri. Untuk pertama kali sepanjang karirnya sebagai fotografer pernikahan, ia mendapat kesempatan untuk berkarya di sebuah pesta taman.

“Hei, Taeil, rapikan dasimu. Jangan miring-miring seperti itu,” kata seseorang membuat Taeil menoleh dari pandangannya kepada dekorasi taman.

Continue reading

Painful Goodbye

Painful Goodbye

| I pray for your happiness like I pray for mine |

| Oneshot | Taeil NCT, Kyuhyun Super Junior, Hyunrae | Love, Romance, Family, Life |

-=-

Taeil terbangun karena dering handphone di malam itu begitu ribut. Ia mengambil benda tipis itu, membaca nama di layarnya yang berkedip, lalu buru-buru menjawabnya.

“Ya, Hyunrae-ya?” tanya Taeil separuh mengantuk. “Apa? Kyuhyun Hyung? Oke, oke… Kau tunggu di sana, oke? Aku akan datang segera.” Continue reading

Eternal Confession

Eternal Confession

| I miss you now more than ever |

| Oneshot | Taeil NCT, Jo | Angst, Sad, Romance |

-=-

To: Jo

I miss you. Kau harus pulang.

From: Dokter Taeil

-=-

Taeil mengabaikan salju yang menumpuk di jendela kamarnya, tak ingin membersihkannya sama sekali. Kepalanya terasa berat, dibebani rasa sedih dan rasa bersalah. Hatinya juga sakit, hancur tanpa sisa-sisa untuk menyusunnya kembali. Matanya hanya menangkap kasur yang kosong, selimut terlipat rapi, dan bantal yang tertumpuk rapi. Semuanya terasa menyedihkan. Continue reading