[Alter Ego II: Vina] The New Beginning

The New Beginning

| Oneshot |

| Vina |

| Romance, Love, Life |

-=-

Vina berpikir bahwa ia tak akan bertemu si pemain sepak bola itu lagi, setidaknya secara langsung. Tetapi, mereka bertemu lagi untu kedua kalinya di lapangan sepak bola tempat tim favorit Vina bertanding.

Hari itu, langit agak mendung. Vina baru keluar dari stadion sepak bola dengan segala atribut sebagai bentuk dukungannya terhadap tim sepak bola favoritnya. Ia berjalan terburu-buru, berharap hujan tidak akan turun sebelum ia mencapai halte bus terdekat. Tetapi, gadis itu tak beruntung karena hujan turun tiba-tiba sebelum ia bahkan menjauh dari pintu masuk stadion. Menyerah, gadis itu kembali berteduh di dekat stadion sambil menunggu hujan reda.

“Kau belum pulang?” ujar sebuah suara tiba-tiba. Continue reading

Advertisements

[Alter Ego: Valentine’s Day]

Valentine's Day

| Oneshot |

| Alter Ego |

| Valentine’s Day |

-=-

-XOXO-

An X is for a soft kiss, an O is for a circled hug.

Chelsea turun dari kasurnya dan hendak menuju kamar mandi begitu menyadari hari sudah siang. Tiba-tiba, matanya terpaku pada sebuah surat berwarna merah yang dilipat rapi di meja samping kasurnya. Gadis itu menekuk alisnya sebelum mengambil surat itu dan membacanya hati-hati.

X atau O?

I love you.
Continue reading

[Alter Ego: Christmas Day]

Christmas Day

| Oneshot |

| Alter Ego |

| Christmas |

-=-

-Home Alone-

Langit biru dan lautan yang biru adalah teman yang tepat dalam menikmati malam Natal. Ditambah film Home Alone, lengkap sudah malam Natal itu.

Setelah tujuh tahun lulus dari sekolah menengah atas yang sama, Chelsea dan si Ketua Kelas akhirnya menjalin hubungan yang lebih dari sekedar sahabat. Seperti hari itu, ketika malam Natal tiba, keduanya duduk bersama di sofa apartment si Ketua Kelas, menikmati coklat panas dan menonton Home Alone 2. Tawa mengguncang saat tingkah konyol Kevin mengerjai penjahat di film itu mulai terjadi.

Continue reading

[Alter Ego: Vina] Discreet

Discreet

| Ficlet |

| Vina |

| Love, Romance |

-=-

Vina menatap lurus ke lapangan sepak bola. Kemeja putih tanpa lengannya sedikit teringsut ketika Vina menghentak kakinya ke lantai, membuat beberapa orang menoleh padanya heran.

Pertandingan sepak bola tengah berlangsung sengit. Skor masih sama, masing-masing kubu telah mencetak satu gol. Pria-pria ber-jersey putih gencar menyerang, dan salah satu dari mereka –yang nampak paling menonjol dalam tim itu –mencetak gol di menit akhir. Vina ikut bersorak senang ketika tim unggulannya menang dengan gol kedua. Continue reading